NUNUKAN – Panen perdana semangka dan jagung manis Kelompok Tani Harapan Sejahtera di Kampung Baru, Kelurahan Selisun, Nunukan, menjadi penanda awal ambisi pemerintah mengembangkan kawasan itu sebagai sentra hortikultura. Dari lahan sekitar 13 hektare, pemerintah melihat peluang memperluas produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri mengatakan, hasil panen tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurut dia, produktivitas dan kualitas pertanian harus terus ditingkatkan dengan dukungan pemerintah.
“Panen ini jangan berhenti sampai di sini. Ini harus menjadi awal untuk meningkatkan produksi dan kualitas pertanian. Kalau lahannya bagus dan petaninya serius, pemerintah harus hadir memberikan dukungan,” kata Irwan saat menghadiri panen, Jumat (21/8/2026).
Irwan mengatakan, kebutuhan petani tidak sebatas pupuk dan bibit. Sarana produksi, pendampingan hingga akses pemasaran juga harus diperkuat. Ia tak ingin petani yang telah menghasilkan komoditas justru kesulitan menjual hasil panennya.
“Petani sudah bekerja, sudah menanam, dan sudah menghasilkan. Jangan sampai setelah panen justru kesulitan mencari pasar,” ujarnya.
Menurut Irwan, hasil panen semangka dan jagung manis menunjukkan lahan di Selisun mampu menghasilkan komoditas bernilai ekonomi. Karena itu, kawasan tersebut dinilai layak dikembangkan dengan memperluas jenis tanaman agar petani memiliki lebih banyak sumber pendapatan.
Dalam kegiatan itu, Kelompok Tani Harapan Sejahtera menyampaikan kebutuhan pupuk yang akan ditindaklanjuti pemerintah melalui program pertanian yang tersedia. Bantuan bibit jagung dan cabai rawit juga diserahkan untuk mendorong diversifikasi tanaman.
“Jangan hanya satu komoditas. Kalau bisa dikembangkan beberapa tanaman, petani punya lebih banyak pilihan sumber pendapatan,” kata Irwan.
Persoalan pasar juga menjadi perhatian. Irwan meminta hasil pertanian dari Selisun lebih dulu memenuhi kebutuhan masyarakat Nunukan sebelum dipasarkan ke luar daerah. Menurut dia, permintaan terhadap komoditas tersebut sudah tersedia.
“Penuhi dulu kebutuhan masyarakat di Kabupaten Nunukan. Kalau kebutuhan di dalam daerah sudah terpenuhi, baru kelebihan produksinya kita dorong keluar,” tegasnya.
Ia mengatakan, tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan produksi dan kualitas. Dengan pasar yang telah terbentuk, peningkatan produksi dinilai menjadi kunci agar pasokan tetap tersedia.
“Artinya pasarnya ada. Tantangannya sekarang bagaimana produksinya terus ada, kualitasnya terjaga, dan petani bisa meningkatkan hasilnya,” ujar Irwan.
Ia berharap pengembangan kawasan Selisun dapat memicu kelompok tani lain untuk ikut mengembangkan hortikultura. Target akhirnya, kata dia, bukan sekadar meningkatkan produksi, tetapi juga memastikan kebutuhan pangan daerah terpenuhi dan pendapatan petani meningkat. (ryn)

