KALTARABULUNGAN

Pertalite Langka, Warga Tanjung Selor “Dipaksa” Beli Pertamax Lebih Mahal

TANJUNG SELOR – Pertalite mendadak menjadi barang langka di Tanjung Selor. Antrean panjang di sejumlah SPBU membuat warga dan pedagang bensin eceran kelimpungan. Tak sedikit yang akhirnya terpaksa beralih ke Pertamax dengan harga jauh lebih mahal.

Kondisi itu salah satunya dirasakan Topan, pedagang bensin eceran di Jalan Rambutan, Tanjung Selor. Menurutnya, mendapatkan Pertalite saat ini bukan perkara mudah. Antrean kendaraan yang mengular di SPBU membuat dirinya tak lagi bisa memastikan stok Pertalite tersedia setiap hari.

“Kita saat ini sulit dapat bensin, khususnya Pertalite. Macam barang langka sudah. Jadi sekarang ikut antre. Tidak setiap hari ada, ada waktunya untuk dijual kembali,” keluh Topan saat ditemui di lapaknya, Sabtu (5/9/2026).

Kelangkaan Pertalite tak berhenti di SPBU. Efek dominonya ikut menghantam pedagang eceran dan konsumen. Ketika stok Pertalite kosong, pedagang terpaksa banting setir menjual Pertamax agar tetap bisa melayani pembeli.

Masalahnya, peralihan jenis BBM itu membuat harga di tingkat eceran ikut terdongkrak. Jika Pertalite biasanya dijual sekitar Rp13 ribu per liter, kini konsumen harus merogoh kocek hingga Rp20 ribu per liter untuk mendapatkan Pertamax.

Kenaikan harga tersebut pun membuat pembeli berkurang drastis. “Dampaknya kita rasakan. Biasanya sehari ada minimal 10, bahkan bisa 20 sampai 30 orang yang beli. Sekarang kelihatan turunnya,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Eko, warga Manunggal, Bulungan. Sulitnya menemukan Pertalite membuat dirinya tak punya banyak pilihan selain membeli Pertamax.

“Karena susah cari Pertalite, jadi terpaksa beli Pertamax. Mau bagaimana lagi, sekarang apa-apa susah. Mau tidak mau pakai yang ada,” katanya.

Menurut Eko, harga Pertamax yang lebih mahal jelas menambah beban pengeluaran. Namun, kebutuhan BBM membuat dirinya tetap harus membeli meski dengan harga lebih tinggi. “Pertamax walaupun mahal, ya bagaimana. Saat ini memang harus mengerti keadaan,” imbuhnya.

Ia berharap persoalan ketersediaan Pertalite segera dituntaskan. Distribusi BBM bersubsidi itu diminta kembali lancar sehingga masyarakat tidak terus dipaksa membeli BBM dengan harga lebih mahal.

“Harapannya Pertalite segera ada dan distribusinya dipercepat. Jangan sampai masyarakat kesulitan terus,” pungkasnya. (rk)

Back to top button