TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan insentif pajak kendaraan bermotor mulai Oktober 2026. Selain membebaskan denda keterlambatan pembayaran pajak, pemerintah memberikan potongan biaya mutasi hingga 50 persen bagi kendaraan berpelat luar daerah yang dialihkan menjadi pelat KU.
Program yang disiapkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Kaltara. Kebijakan tersebut diharapkan meringankan beban wajib pajak sekaligus mendorong penertiban administrasi kendaraan.
Kepala Bapenda Kaltara H. Datu Iqro Ramadhan mengatakan, pembebasan denda ditujukan kepada pemilik kendaraan yang memiliki tunggakan pajak. Dengan insentif tersebut, masyarakat mendapat kesempatan menyelesaikan kewajibannya tanpa dibebani denda keterlambatan.
“Dalam rangka HUT Kaltara ini, kita akan berikan insentif berupa pembebasan denda bagi yang terlambat bayar. Selain itu, ada diskon hingga 50 persen untuk mutasi kendaraan plat luar (non-KU) ke plat KU,” kata Datu Iqro, Selasa (8/9/2026).
Insentif mutasi kendaraan juga menyasar perusahaan dan vendor yang beroperasi di Kaltara tetapi masih menggunakan kendaraan berpelat nomor luar daerah. Bapenda mendorong kendaraan operasional tersebut segera dialihkan status administrasinya ke Kaltara.
Menurut Datu Iqro, penertiban kendaraan berpelat luar tidak sekadar menyangkut administrasi. Mutasi kendaraan ke Kaltara akan membuat kewajiban pajaknya tercatat sebagai penerimaan daerah.
“Dengan kendaraan yang telah dimutasi ke Kaltara, kewajiban pajak kendaraan diharapkan tercatat dan dibayarkan di daerah. Pada akhirnya, penerimaan tersebut dapat kembali menjadi sumber pendapatan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kaltara,” ujarnya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Sejumlah perusahaan disebut telah memindahkan kendaraan operasionalnya dari pelat luar daerah ke pelat KU. Salah satunya PT Phoenix yang telah memproses mutasi ratusan unit kendaraan secara bertahap.
“Dampaknya sudah mulai kelihatan. Seperti di PT Phoenix, sudah ada ratusan unit kendaraan yang pelan-pelan dialihkan dan dimutasi ke plat KU,” kata Datu Iqro. (rk)