KALTARANUNUKAN

Kabut Asap Datang Lagi, Udara Nunukan Masih “Sedang”

NUNUKAN – Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Nunukan. Namun, di tengah langit yang kembali berkabut, kualitas udara berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nunukan masih berada dalam kategori sedang.

Kepala BMKG Nunukan William Sinaga mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 berada pada rentang 15,5 hingga 55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

“Secara umum kualitas udara di wilayah Nunukan masih berada pada kategori sedang,” kata William, Jumat (18/9/2026).

PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat berasal dari asap kebakaran, debu, maupun sumber polusi lainnya. Konsentrasi partikulat tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk memantau kualitas udara.

Meski belum masuk kategori tidak sehat secara umum, kondisi tersebut tidak berarti kabut asap dapat diabaikan. BMKG mengingatkan kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu, terutama akibat perubahan cuaca, arah dan kecepatan angin, serta keberadaan sumber asap di sekitar wilayah Nunukan.

“Hal ini tetap perlu diperhatikan karena kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu,” ujar William.

Perubahan konsentrasi PM2.5 menjadi penting karena peningkatan partikulat dapat membuat kualitas udara memburuk dan meningkatkan paparan bagi masyarakat, terutama kelompok yang lebih rentan.

Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya berpatokan pada kondisi udara saat ini, tetapi juga memperhatikan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Kabut yang semakin pekat maupun jarak pandang yang mulai terganggu menjadi tanda untuk meningkatkan kewaspadaan.

William mengimbau, masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara mengalami penurunan. Penggunaan masker juga dianjurkan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.

“Jika kondisi kualitas udara mengalami penurunan, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat berada di luar,” katanya.

BMKG Nunukan akan terus memperbarui informasi mengenai kondisi kualitas udara. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan informasi resmi BMKG untuk memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.

Terlebih, kabut asap kembali terlihat di sejumlah wilayah Nunukan. Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, William kembali mengingatkan pentingnya menggunakan masker sebagai langkah antisipasi terhadap paparan asap dan partikulat.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di luar agar tetap menggunakan masker,” pungkasnya. (ryn)

Back to top button