KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKAN

Polisi Ungkap 8,9 Kg Sabu Selama Tahun 2025, Jalur Laut dan Tambak Masih Jadi Favorit Pelaku

TARAKAN – Sepanjang tahun 2025, sebanyak 8,9 kilogram (kg) narkotika jenis sabu-sabu nyaris beredar di Kota Tarakan. Hal itu disampaikan Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syaputra Manik dalam rilis kinerja mereka dalam program pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di Kota Tarakan selama tahun 2025.

Erwin menyebut, jumlah ini mengalami lonjakan dari tahun sebelumnya. Jalur laut hingga kawasan tambak pesisir masih menjadi celah utama peredaran barang haram tersebut.

“Pada 2024, Satresnarkoba menyelesaikan 59 perkara. Di 2025 meningkat menjadi 68 perkara. Ini bukti komitmen kami menekan peredaran narkotika di Tarakan,” tegas Erwin.

Tak hanya jumlah perkara, mantan Kapolres KTT ini menyebut, jumlah pelaku juga mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang tahun 2024, polisi mengamankan 79 pelaku, terdiri dari 72 laki-laki dan 7 perempuan. Namun di 2025, angka itu melonjak menjadi 94 orang, dengan dominasi pelaku laki-laki.

“Pelaku laki-laki meningkat 21 orang, sementara pelaku perempuan justru turun menjadi satu orang,” jelas Erwin.

Lonjakan paling mencolok terlihat pada barang bukti sabu-sabu. Jika pada 2024 polisi menyita 2.549,667 gram, namun pada 2025 jumlahnya melonjak drastis menjadi 8.638,80 gram, atau naik lebih dari 6 kilogram.

Selain sabu-sabu, Satresnarkoba Polres Tarakan juga mengungkap peredaran narkotika jenis ekstasi. Sepanjang 2025, sebanyak 73 butir pil ekstasi dengan berat total 25,99 gram berhasil diamankan.

“Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras anggota di lapangan serta peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi,” ujar Erwin.

Sementara itu, KBO Satresnarkoba Polres Tarakan, IPTU Juani Aing mengungkapkan, modus peredaran narkotika umunnya masih didominasi jalur laut, dengan memanfaatkan penumpang umum untuk mengelabui petugas. Barang haram itu, kata dia, dititipkan melalui penumpang umum yang selanjutnya dibawa ke tempat tujuan.

“Tapi berkat informasi yang cukup akurat, upaya tersebut bisa kita deteksi,” ungkap Juani.

Di wilayah pesisir, pelaku bahkan memanfaatkan tambak sebagai lokasi penyimpanan sementara sebelum barang diedarkan. “Untuk kasus di laut, banyak yang disembunyikan di tambak. Ada yang ditanam, ada juga yang hanya disimpan sementara,” katanya.

Terkait Kampung Tematik Bebas Narkoba Selumit yang belakangan kerap dibicarakan lantaran masih adanya dugaan peredaran narkoba di sana, Juani menegaskan kawasan tersebut masih menjadi fokus pengawasan pihaknnya.

“Patroli dan razia tetap berjalan di Selumit dan Juwata. Walaupun belum bisa intens setiap saat, anggota tetap kami turunkan,” ujarnya.

Upaya tersebut dinilai cukup efektif. Laporan pengaduan masyarakat dari kawasan Selumit dan sekitarnya dilaporkan mengalami penurunan. “Alhamdulillah laporan masyarakat menurun. Meski kita tahu daerah itu rawan, tapi setiap hari tetap kita upayakan ada kegiatan patroli,” pungkas Juani. (rz)

Berikan komentarmu!
Show More

Related Articles

Back to top button