KALTARANUNUKAN

Belum Berfungsi, Embung Sei Fatimah Tuai Reaksi Keras DPRD Nunukan


NUNUKAN – Hampir satu dekade berdiri, Embung Sei Fatimah ternyata belum difungsikan hingga saat ini. Kondisi ini tentu saja memantik reaksi keras dari Anggota DPRD Nunukan, Muhammad Mansur lantaran infrastruktur penting tersebut belum juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pria yang akrab disapa Mansur Rincing ini menyebut, lokasi embung yang sangat strategis dan dekat dengan RSUD Nunukan tersebut, seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih untuk mendukung operasional rumah sakit maupun kebutuhan masyarakat sekitar. Nyatanya, embung yang dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit tersebut justru tak berfungsi sama sekali.

“Kalau begini terus kapan masyarakat dapat menikmati, terus apa kerjanya Balai?” tegas Mansur usai meninjau lokasi embung, Kamis (8/1/2026).

Anggota Fraksi Partai Nasdem itu juga mengkritik Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V yang dinilai tidak memperhatikan cara kerja dan hanya asal membangun tanpa kajian mendalam, terutama terkait pemilihan lokasi. Menurutnya, meskipun tanah embung merupakan hibah dari masyarakat untuk kepentingan umum, BWS seharusnya melakukan pengkajian yang matang.

“Lokasinya pun ini salah menurut saya, seharusnya pilih lokasi yang memiliki sumber air yang jelas, kalau seperti ini tidak dapat disebut embung, ini hanya tada hujan,” bebernya.

Sebagai tindak lanjut, Mansur dan DPRD Nunukan berkomitmen akan segera menggelar rapat dengar pendapat bersama BWS Kalimantan V untuk membahas pemanfaatan dan pengoptimalan fungsi Embung Sei Fatimah. Selain itu, juga diminta agar BWS lebih transparan terkait pembiayaan pemeliharaan dan rencana operasional embung, serta tidak membiarkan infrastruktur tersebut terbengkalai. (sym)

Berikan komentarmu!
Show More

Related Articles

Back to top button