UMUMEKONOMIKALTARANUNUKAN

BBM di Nunukan Langka! Pasokan dari Tarakan Belum Datang, Harga Ecerannya Naik Tajam

NUNUKAN – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali terjadi Kabupaten Nunukan sejak beberapa hari terakhir. Sejumlah Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) terpaksa tidak melayani pembeli atau menutup sementara usaha mereka lantaran tidak adanya pasokan BBM dari Tarakan.

Bahkan, penjual eceran yang biasanya berjualan di sepanjang jalan hanya bisa memajang botol kosong karena stok telah habis. Hal itu terjadi setelah dua APMS yang selalu ramai pembeli ditutup sementara. Melihat kondisi ini, beberapa oknum penjual eceran memanfaatkan situasi dengan menjual BBM mereka dengan harga yang cukup tinggi. Kendati harganya jauh di atas normal, warga tetap terpaksa membeli karena kebutuhan mendesak.

“Saya hanya dapat 2 botol. Biasanya Rp20 ribu per botol, saya beli Rp25 ribu. Ada yang mau beli Rp30 ribu karena motornya sudah tidak bisa digunakan,” ungkap salah seorang warga yang ditemui media ini bernama Mulyadi.

Lajanu, seorang penjual BBM eceran mengaku, stok BBM sebanyak 50 liter milikinya hanya beberapa menit saja ludes terjual. Tak hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat juga banyak yang berdatangan untuk membeli.

“Ada info, 10 hari kedepan baru ada bensin. Kapal belum ada surat izinnya. Awal tahun jadi surat-surat kapal diperbaharui lagi,” katanya.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Nunukan, Rohadiansyah menyatakan, kelangkaan ini bukan disebabkan oleh keterbatasan stok BBM, melainkan kendala pada transportasi pengangkut dari Tarakan.

“Memang ada sedikit kendala di transportasi, bukan di BBM-nya, jadi ada yang docking, ada juga yang sedang mengurus surat-menyurat, sehingga kapal itu tidak bisa berangkat,” jelasnya pada Jumat (9/1/2026).

Namun kabar baik datang, kapal pengangkut BBM dari Tarakan telah kembali beroperasi dan akan melayani distribusi ke Pulau Sebatik. Kapal tersebut diperkirakan tiba di Nunukan pada Sabtu (10/1/2026). “Tapi kabar terakhir hari ini sudah ada kapal di Sebatik, besok lanjut ke Nunukan kemudian nanti hari Minggu ada lagi kapal yang masuk ke Nunukan,” ungkap Rohadiansyah.

Diungkapkan lagi, keterbatasan armada juga menjadi salah satu faktor penyebab kendala distribusi. Saat ini hanya terdapat empat unit kapal yang melayani pengangkutan BBM untuk APMS di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.

“Secara bertahap sudah mulai beroperasi. Kita berharap distribusi BBM kembali normal dalam beberapa hari ini,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan, bahkan melakukan penimbunan agar pasokan yang tersedia dapat dinikmati secara merata.

“Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina agar kejadian serupa tidak berlarut-larut. Kalau distribusi sudah kembali normal, tidak ada alasan untuk panik,” pungkasnya. (sym)

Berikan komentarmu!
Show More

Related Articles

Back to top button