NUNUKAN – Di tengah kesibukan agenda pemerintahan, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menunjukkan komitmen yang kuat kepada masyarakat dengan melakukan kunjungan langsung ke lokasi banjir di Kecamatan Sembakung dan Sembakung Atulai, Senin (11/01/2026). Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 1.734 paket sembako disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak di kedua kecamatan. Bupati menjamin bahwa seluruh bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh total 5.511 jiwa yang terkena dampak banjir. Selain bantuan logistik, tim medis juga turut menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
“Kami sangat prihatin dengan musibah yang terjadi. Saya mengajak seluruh warga untuk tetap tabah dan selalu waspada. Pemerintah daerah juga terus berupaya mencari solusi jangka panjang, termasuk penanganan infrastruktur dan opsi relokasi bagi wilayah yang kerap terdampak banjir,” ucap H. Irwan Sabri.
Menurut Camat Sembakung Agus Arif, berdasarkan pemantauan terkini, Selasa (13/01/2026), ketinggian air sungai mencapai 3,83 meter dengan penurunan debit air sebesar 5 cm dari data sebelumnya. Sebanyak 5 desa di kecamatan tersebut terdampak, yaitu Desa Atap, Desa Tagul, Desa Manuk Bungkul, Desa Lubakan, dan Desa Tujung.
“Secara keseluruhan, terdapat 1.020 rumah terdampak dari 1.428 KK atau 4.461 jiwa, dengan 232 rumah yang terendam air. Beberapa fasilitas umum juga terendam cukup parah, antara lain Pos Damkar Sembakung, GOR Sembakung, sejumlah sekolah dasar, Pustu, Posyandu, Masjid, dan Balai Pertemuan Umum,” jelasnya.
Diketahui, banjir yang terjadi setiap tahun berasal dari aliran sungai perbatasan Malaysia. Mulai dari Sungai Talangkai (Sepulut, Sabah) yang mengalir ke Sungai Pampangon, Lagongon, dan Pagalungan, sebelum masuk ke wilayah Indonesia melalui Sungai Labang, Pensiangan, dan Sembakung di Kabupaten Nunukan.
Setelah meninjau lokasi banjir, Bupati melanjutkan kegiatan kemanusiaan dengan mengunjungi warga terdampak kebakaran dan longsor di Kecamatan Sebuku untuk menyerahkan bantuan simbolis. Rangkaian kegiatan lapangan berakhir pada pukul 17.00 WITA dengan kedatangan Bupati di PLBL Nunukan, menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan. (sym)
Berikan komentarmu!



