Diprotes Mahasiswa Soal Beasiswa, Pemkab Nunukan Beberkan Kabar Baik dan Kasih Penjelasan Ini…
NUNUKAN – Saat polemik penyaluran beasiswa Harapan Energi Baru yang diprotes 2 mahasiswa Makassar, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Nunukan H Hairil justru menyampaikan kabar baik. Hairil menyebut, terjadi peningkatan signifikan jumlah penerima beasiswa tahun ini.
Bila tahun 2024 hanya sekitar 200-300 orang, tahun ini justru meningkat tajam, yakni mencapai 1.126 pendaftar yang mereka terima dari 1.362 pendaftar. Sisanya, kata Hairil, sekitar 200 orang mereka tolak dengan alasan yang jelas dan terdokumentasi.
Kenapa ditolak? Hairil menyebut, mahasiswa-mahasiswa tersebut sudah mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Selain itu, mereka juga dalam kondisi cuti atau tidak aktif kuliah, tidak terdaftar di perguruan tinggi atau institusi yang tidak terdaftar di Pendidikan Tinggi (Dikti).
Selanjutnya, beber Hairil, mereka juga menolak 1 orang anak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajukan beasiswa tidak mampu. Kemudian, ada juga yang mereka tolak lantaran memalsukan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), karena pendaftar dengan IPK di bawah 2,75 tidak memenuhi syarat penerima beasiswa.
“Bagi beasiswa tidak mampu, hanya penerima dengan data desil 1-5 dari Kementerian Sosial yang diterima,” jelas Hairil. “Seluruh data alasan penolakan telah tercatat jelas dan melalui proses cross-check ke seluruh perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa asal Nunukan,” sambungnya.
Tidak hanya itu, Hairil juga memaparkan, seluruh jenis beasiswa yang diselenggarakan oleh Pemkab Nunukan memiliki kriteria yang telah ditetapkan sesuai peraturan berlaku. Penjelasan ini disampaikan untuk mengklarifikasi berbagai poin terkait program beasiswa yang menjadi perhatian 2 mahasiswa perwakilan Forum Mahasiswa Demokrasi yang melakukan unjuk rasa.
Hairil menjelaskan, ada dua jenis beasiswa yang dijalankan saat ini, yakni Beasiswa Stimulan Prestasi Non-Akademik untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selanjutnya adalah Beasiswa Stimulan Prestasi Akademik Mahasiswa untuk program D3 dan S1, dengan ketentuan yang tercantum dalam juknis yang dapat diakses masyarakat.
“Untuk beasiswa bagi kalangan tidak mampu, ditetapkan kuota 100 orang. Pada pendaftaran sebelumnya, sebanyak 105 orang mendaftar, namun 5 orang tidak diterima karena telah mendapatkan bantuan dari Beasiswa KIP atau beasiswa Provinsi Kalimantan Utara,” jelasnya.
Mengenai perhatian khusus pada jurusan kedokteran, Hairil menyatakan, hal ini disebabkan Kabupaten Nunukan kekurangan sekitar 90 orang tenaga dokter, terutama untuk daerah pedalaman, sehingga menjadi prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan kesehatan daerah.
Terhadap masalah beasiswa afirmasi kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), pihak terkait telah berkomunikasi dengan kampus tersebut pada minggu lalu. Meskipun pembayaran berasal dari Kesra, teknis penerimaan ditangani oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan.
Selain itu, lanjut Hairil, telah dilakukan koordinasi dengan Humas Unhas Makassar untuk membantu mahasiswa Nunukan mengurus Kartu Rencana Studi (KRS), sedangkan proses keuangan akan ditindakanjuti Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nunukan. (2ku)


