Perkuat Pengamanan di Perbatasan, Karantina Kaltara–BKK Tarakan Waspada Ancaman Virus Nipah
TARAKABERTEn – Ancaman penyakit menular lintas negara kembali menjadi perhatian serius di wilayah perbatasan. Kalimantan Utara (Kaltara), misalnya. Kabar penyebaran penyakit menular ini tentu menjadi perhatian lantaran berbatasan langsung negara lain, yakni dengan Malaysia.
Menyikapi hal itu, Karantina Kaltara bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tarakan memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mencegah masuknya penyakit zoonosis berbahaya tersebut, salah satunya Virus Nipah. Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam kegiatan koordinasi yang digelar pada Jumat (30/1/2025). Tim Karantina Kaltara diterima langsung oleh Kepala BKK Kelas I Tarakan, dr. Aryanti, MM, MKM, di Tarakan.
Koordinasi ini tentu saja menegaskan pentingnya peran masing-masing instansi dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama di wilayah perbatasan negara yang menjadi pintu masuk lalu lintas internasional. Penyakit Nipah sendiri merupakan re-emerging zoonosis.
Virus Nipah dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi maupun produk hewan yang terkontaminasi. Kelelawar diketahui sebagai inang alami (reservoir) virus ini, sementara babi berperan sebagai inang perantara dalam penularan ke manusia.
“Wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara memiliki tingkat risiko yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah masuk dan menyebarnya penyakit zoonosis,” ungkapKepala BKK Kelas I Tarakan, dr. Aryanti.
Sejalan dengan itu, Karantina Kaltara akan memfokuskan pengawasan terhadap lalu lintas media pembawa yang berpotensi membawa Virus Nipah, seperti hewan, produk hewan, tumbuhan, produk tumbuhan, hingga alat angkut, terutama yang berasal dari negara tertular atau belum bebas Virus Nipah. Pengawasan dilakukan secara ketat di pintu-pintu pemasukan, seperti Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan pelabuhan internasional. Sementara BKK Kelas I Tarakan, akan lebih menitikberatkan pengawasan pada lalu lintas manusia serta faktor lingkungan, sebagai bagian dari upaya pencegahan terpadu di wilayah perbatasan.
“Karantina Kaltara dan BKK Tarakan siap bersinergi melindungi masyarakat dalam meminimalisir potensi masuknya Virus Nipah melalui pintu-pintu pemasukan di Kalimantan Utara,” tegas Kepala Karantina Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud usaia pertemuan tersebut.
.
Ia menambahkan, sinergi antarinstansi ini merupakan wujud nyata penerapan konsep One Health, yaitu pendekatan terpadu yang melibatkan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam menghadapi ancaman penyakit zoonosis.
“Dengan pendekatan One Health, upaya pencegahan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama yang kuat agar risiko penyakit menular dapat ditekan sejak dari pintu masuk wilayah,” pungkasnya. (rz)


