UMUM

Cegah Penyakit Masuk ke Kaltara, BKHIT Perketat Pengawasan Hewan dan Pangan

TARAKAN – Menjelang bulan suci Ramadan, Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara (Kaltara) memperketat pengawasan lalu lintas hewan ternak dan produk pangan yang masuk ke wilayah Kaltara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat sekaligus mencegah masuknya penyakit hewan menular.

Kepala BKHIT Kaltara, Ichi Langlang Buana Machmud menegaskan, peningkatan pengawasan menjadi langkah antisipatif seiring naiknya permintaan bahan pangan hewani menjelang Ramadan.

“Kami memastikan seluruh hewan yang masuk telah memenuhi persyaratan karantina dan bebas dari penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), antraks, hingga virus nipah,” ungkap Ichi.

Ia menjelaskan, hewan ternak hidup, khususnya ruminansia besar dan kecil seperti sapi dan kambing, menjadi perhatian utama karena berpotensi membawa penyakit yang dapat mengganggu populasi ternak lokal apabila tidak diawasi secara ketat. Tak hanya ternak hidup, pengawasan juga menyasar produk unggas seperti ayam, baik dari sisi kesehatan hewan, kelayakan konsumsi, hingga penerapan rantai dingin selama proses distribusi.

“Ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan masyarakat,” tambah Ichi.

Dalam pelaksanaannya, BKHIT Kaltara tidak hanya melakukan pengawasan dan pemeriksaan dokumen, tetapi juga pembinaan serta edukasi kepada pelaku usaha. Beberapa temuan di lapangan masih berkaitan dengan penggunaan kemasan yang tidak layak serta belum terpenuhinya sertifikat veteriner.

“Untuk pelanggaran yang sifatnya administratif atau masih bisa dibina, kami lakukan edukasi dan pembinaan. Namun, jika ditemukan pelanggaran berisiko tinggi yang berpotensi merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas sesuai aturan,” jelasnya.

Melalui langkah ini, BKHIT Kaltara berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap keamanan pangan dan kesehatan hewan di daerah.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan produk hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal. Ini bagian dari komitmen kami menjaga ketahanan pangan dan kesehatan hewan di Kalimantan Utara,” pungkas Ichi. (rz)

Berikan komentarmu!
Show More
Back to top button