KALTARANASIONALNUNUKANPENDIDIKAN

Pergaulan Sesama Jenis Makin Terbuka, DSP3A Nunukan Ingatkan Peran Sekolah dan Orang Tua

NUNUKAN – Fenomena pergaulan sesama jenis belakangan nini mulai terlihat secara terbuka di ruang publik. Hal ini tentu saja menjadi perhatian serius Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan.

Kepala DSP3A Nunukan, Faridah Aryani, SE, mengungkapkan pihaknya menerima beberapa laporan dari orang tua terkait perilaku anak mereka yang mengarah pada hubungan sesama jenis, termasuk di kalangan pelajar. Faridah mengatakan, laporan tersebut menjadi sorotan pemerintah daerah lantaran banyak melibatkan anak usia sekolah. Meski belum ada data resmi terkait jumlah maupun tren yang pasti, ia menyebut fenomena tersebut mulai dikeluhkan sebagian masyarakat.

“Sebenarnya, kita tidak membenci orangnya. Tapi perilaku yang dinilai menyimpang dari norma yang berlaku itu yang perlu diperbaiki,” ujar Faridah dalam keterangannya kepada media.

Menurutnya, DSP3A telah melakukan berbagai upaya pendekatan, mulai dari sosialisasi di sekolah hingga diskusi publik. Namun, ia menilai upaya tersebut belum akan maksimal tanpa dukungan penuh dari keluarga.

“Peran keluarga, khususnya orang tua, sangat diperlukan. Jika dibiarkan tanpa pengawasan dan pembinaan, tentu akan semakin sulit dikendalikan,” katanya.

Faridah mengungkapkan, beberapa orang tua pelajar pernah datang langsung mengadukan persoalan tersebut. Dalam salah satu kasus, orang tua awalnya tidak menaruh curiga terhadap kedekatan anaknya dengan teman sesama perempuan.

“Awalnya orang tua tidak curiga, bahkan mendukung karena dianggap pertemanan biasa. Namun kemudian ditemukan perilaku yang dianggap tidak wajar oleh keluarga,” bebernya.

Setelah kejadian itu, orang tua disebut mengambil tindakan dengan membatasi interaksi anaknya. Meski demikian, Faridah mengakui pengawasan di luar rumah tetap menjadi tantangan.

Ia juga menyampaikan kekhawatirannya terkait dugaan adanya jejaring pertemanan yang memudahkan individu dengan orientasi sesama jenis untuk saling terhubung. Namun, ia tidak merinci lebih jauh terkait temuan tersebut.

“Kami sudah berupaya mengingatkan orang tua. Jika keluarga dan sekolah tidak terlibat aktif, tentu hasil yang diharapkan akan sulit tercapai,” pungkasnya. (sym)

Berikan komentarmu!
Show More
Back to top button