KALTARANASIONALTARAKAN

Jadi Pusat Rukyatul Hilal Kaltara, Kemenag Tarakan Pantau Hilal di Satradar TNI AU

TARAKAN — Kembali dipercaya menjadi titik utama pemantauan hilal tingkat Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Kota Tarakan yang dikomandoi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan memastikan seluruh persiapan rukyatul hilal pada Selasa 17 Februari 2026 sudah sudah siap. Lokasi yang dipilih adalah kawasan Satuan Radar (Satradar) TNI AU, Jalan Simpang Amal, Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tarakan, H. Syopyan mengatakan, tahun ini Tarakan menjadi pusat pemantauan hilal se-Kalimantan Utara setelah mendapat izin resmi dari pihak Satradar TNI AU. Menurut Syopyan, penentuan lokasi rukyat tidak ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat. Setiap provinsi diberikan kewenangan menentukan titik pengamatan yang memenuhi syarat astronomis dan teknis.

“Pusat memberikan ruang bagi daerah untuk menentukan lokasi yang representatif. Kebetulan di Tarakan kita memiliki titik yang memadai dan sudah diizinkan oleh pihak Sat Radar,” jelasnya kepada media ini pada Senin (16/2/2026).

Pelaksanaan rukyatul hilal, papar Syopyan, akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Kaltara, pemerintah daerah, Forkopimda, organisasi kemasyarakatan Islam, hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Syopyan juga menyampaikan, sebelum proses rukyat dilakukan, pihaknya akan mendengarkan paparan dari BMKG terkait posisi hilal serta prakiraan kondisi cuaca.

“Setelah itu baru dilakukan proses rukyat. Hasilnya akan dituangkan dalam berita acara untuk selanjutnya disampaikan dalam sidang,” terangnya.

Ia menambahkan, apapun hasil pengamatan di lapangan, baik hilal terlihat maupun tidak, tetap akan dilaporkan secara resmi dan berjenjang ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penentuan awal bulan Hijriah.

“Apapun hasil pengamatannya, terlihat atau tidak terlihat, tetap akan kita laporkan ke pusat. Setiap provinsi memang wajib menyampaikan laporan resmi,” katanya.

Selain unsur Kemenag dan BMKG, Pemkot Tarakan juga telah diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut. Menurut Syopyan, rukyatul hilal bukan sekadar agenda institusi, melainkan momentum bersama dalam penetapan awal bulan Hijriah.

“Kita sudah mengundang Pak Wali Kota dan jajaran pemerintah daerah untuk hadir. Ini bukan hanya kegiatan Kemenag, tetapi momentum bersama dalam penentuan awal bulan Hijriah,” ujarnya.

Pelaksanaan teknis kegiatan berada di bawah koordinasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Utara, dengan Tarakan sebagai tuan rumah pemantauan tingkat provinsi tahun ini. “Harapan kita, pemantauan hilal di Tarakan dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi data yang akurat bagi penetapan resmi pemerintah pusat,” pungkasnya. (rz)

Show More
Back to top button