EKONOMIBULUNGANKALTARANASIONALUMUM

Target Baznas Rp4,5 Miliar, Bupati Bulungan Ajak ASN dan Masyarakat Maksimalkan Zakat

TANJUNG SELOR – Target dan realisasi zakat yang ditetapkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kepada Baznas Kabupaten Bulungan menjadi perhatian Bupati Bulungan Syarwani SPd MSi. Hal itu ditegaskan pula dalam acara Bulungan Berzakat di Ruang Tenguyun lantai II, Kompleks Kantor Bupati Bulungan, Selasa (10/3/2026).

Dalam acara itu, Syarwani memimpin langsung Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Perbankan, BUMD hingga pelaku usaha menunaikan zakat melalui Baznas Kabupaten Bulungan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut imbauan Bupati Bulungan melalui Surat Nomor 400/179/Kesra yang mengajak seluruh pimpinan lembaga dan pelaku usaha di Bulungan untuk berpartisipasi menunaikan zakat, khususnya di bulan suci Ramadan.

Pelaksanaan zakat ini mengacu pada Keputusan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bulungan Nomor 07 Tahun 2026. Dalam keputusan tersebut ditetapkan zakat fitrah sebesar 2,5 kilogram beras per jiwa atau setara uang Rp60 ribu, Rp45 ribu, dan Rp35 ribu sesuai kategori konsumsi beras masyarakat, serta fidyah sebesar Rp30 ribu per hari.

“Ini (menunaikan zakat) adalah kewajiban bagi setiap muslim di bulan suci Ramadan. Termasuk teman-teman ASN di lingkungan Pemkab Bulungan. Karena itu saya mengimbau agar kewajiban zakat fitrah dapat ditunaikan melalui Baznas,” imbuh Syarwani.

Ia juga menjelaskan, bagi ASN atau masyarakat yang belum sempat mengikuti kegiatan Bulungan Berzakat, penyaluran zakat tetap dapat dilakukan melalui Baznas Kabupaten Bulungan maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah dibentuk di kecamatan.

“Silakan menunaikan zakatnya melalui Baznas di Kompleks Masjid Agung atau melalui unit-unit pengumpul zakat di kecamatan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Syarwani juga menyoroti target pengumpulan zakat yang ditetapkan Baznas Pusat untuk Kabupaten Bulungan pada tahun 2026 sebesar Rp4,5 miliar. Namun hingga kini realisasi pengumpulan zakat masih berada di kisaran Rp1,5 miliar setiap tahun.

“Target dari Baznas Pusat untuk Bulungan sekitar Rp4,5 miliar. Sementara realisasinya selama ini masih sekitar Rp1,5 miliar per tahun. Ini tentu menjadi tantangan bersama untuk meningkatkan kesadaran berzakat,” katanya.

Menurutnya, dana zakat yang dihimpun Baznas memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia bahkan mencontohkan potensi zakat jika seluruh masyarakat muslim di Bulungan turut berkontribusi secara rutin.

“Penduduk Bulungan sekitar 160 ribu jiwa. Kalau kita asumsikan 100 ribu di antaranya muslim, dan masing-masing berinfak Rp10 ribu saja per bulan melalui Baznas, maka bisa terkumpul sekitar Rp1 miliar setiap bulan. Artinya dalam setahun bisa mencapai Rp12 miliar,” paparnya.

Bahkan, papar dia, jika kontribusi hanya Rp5 ribu per orang setiap bulan, lanjutnya, potensi dana yang terkumpul tetap bisa mencapai sekitar Rp500 juta per bulan atau sekitar Rp6 miliar dalam setahun. Karena itu, Pemkab Bulungan berencana berdiskusi dengan Baznas untuk menyusun langkah strategis guna meningkatkan pengumpulan zakat dan infak di daerah.

“Nanti kita akan diskusikan dengan Baznas, termasuk melakukan pemetaan dan menyusun roadmap agar gerakan berzakat dan berinfak ini bisa lebih masif di masyarakat,” ujarnya.

Salah satu fokus yang akan didorong adalah penguatan kontribusi di lingkungan ASN. Pemkab Bulungan memiliki lebih dari 4.000 hingga 5.000 ASN dan PPPK yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengumpulan zakat dan infak melalui Baznas.

“Ini dari masyarakat untuk kembali ke masyarakat. Dana yang dihimpun nantinya akan difokuskan untuk membantu masyarakat, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan,” tegasnya. (rm)

Show More
Back to top button