TARAKAN — Aktivitas mudik Lebaran melalui jalur laut di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan diperkirakan mulai mengalami peningkatan pada pertengahan Maret 2026. Berdasarkan evaluasi data tahun sebelumnya, lonjakan penumpang biasanya mulai terjadi saat memasuki hari pertama libur atau cuti nasional.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I, Widia Ayu mengatakan, peningkatan penumpang diprediksi mulai terlihat sekitar tanggal 18 hingga 19 Maret 2026 mendatang. Meski diperkirakan terjadi lonjakan, peningkatan jumlah penumpang diprediksi masih dalam kategori moderat.
“Estimasi kenaikan penumpang berada di rentang 1,5 persen hingga 2 persen dibanding hari biasanya,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, pengelola pelabuhan telah menyiapkan armada yang telah lolos pemeriksaan keselamatan serta opsi penambahan kapal jika diperlukan. Armada ini adalah armada reguler yang sudah terdaftar, terverifikasi dengan stiker, dan telah melalui ramp check.
“Jika diperlukan penambahan, kami akan melihat situasi arus penumpang pada hari tersebut,” katanya.
Ia juga menyebut, pihak operator kapal telah menyatakan kesiapannya dalam mendukung kelancaran arus mudik. “Gapasdap juga sudah menyatakan kesiapannya jika dibutuhkan penambahan armada. Namun tetap diambil dari speedboat reguler yang sudah terstandarisasi sebagai kapal penumpang,” ungkapnya.
Selain itu, pengawasan terhadap penjualan tiket juga akan diperketat guna mencegah praktik percaloan yang kerap terjadi saat musim mudik. Pengawasan ini akan terlihat di gerbang utama atau Portal 1.
“Kami juga terus mengedukasi masyarakat agar membeli tiket di loket resmi,” tegas Widia.
Di sisi lain, sistem pembayaran digital melalui QRIS juga terus didorong untuk memudahkan transaksi penumpang. Meski begitu, kata Widiya, pembayaran tunai juga tetap tersedia agar masyarakat memiliki pilihan. (rz)