Pohon Elai Tumbang Hantam Rumah Warga Saat Subuh, Begini Nasib Korban…
TARAKAN – Suara dentuman keras seperti petir membangunkan satu keluarga di Jalan Kesuma Bangsa, RT 52, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Jumat (13/3/2026) dini hari. Ternyata, suara itu berasal dari sebatang pohon elai berukuran besar tiba-tiba tumbang dan menghantam rumah yang mereka tempati saat hujan deras mengguyur Kota Tarakan selama berjam-jam.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.00 Wita ketika Slamet Utomo bersama istrinya, Risnawati, dan empat anak mereka sedang tertidur. Beruntung seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri meski rumah yang mereka sewa mengalami kerusakan parah.
“Pas lagi tidur sama anak-anak, tiba-tiba pohonnya roboh seperti guntur besar. Kami kaget banget dan langsung lompat keluar rumah,” ungkap Risnawati.
Ia menjelaskan, rumah yang mereka tempati memiliki dua kamar. Salah satu kamar mengalami kerusakan berat setelah tertimpa pohon. “Kamar pertama pelaponnya rubuh, tapi yang parah kamar sebelah, pohon masuk ke situ. Kami tidak terkena, cuma kebasahan. Anak-anak basah karena terkena air hujan, tapi Alhamdulillah selamat semua,” kata Risnawati.
Risnawati juga mengaku masih syok dengan kejadian tersebut. Meski rumah mereka rusak parah, ia bersyukur seluruh keluarganya selamat.
“Pohon besar banget, ada pagar seng di samping jadi kami tidak tahu apakah tanahnya sempat turun. Yang penting kami semua selamat,” pungkasnya.
Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengatakan, hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota sejak Kamis malam berlangsung lebih dari tiga jam dan memicu sejumlah kejadian bencana.
“Laporan yang sudah masuk ke kita ada empat longsor dan empat kayu tumbang. Tidak ada korban jiwa, tapi kerusakan materi cukup berat,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Menurut Yonsep, kerusakan paling parah terjadi pada rumah milik Martinus Wisang Liwu yang disewa oleh Slamet Utomo di Jalan Kesuma Bangsa. “Kalau di Jalan Wijaya Kesuma ini atap seng rusak, tiang rumah patah, dan gelagar atap juga rusak. Rumah ini tidak dapat ditempati sementara, ini masuk kategori rusak parah,” jelasnya.
Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Kampung Satu Skip yang mengakibatkan dua unit sepeda motor tertimbun. BPBD Tarakan langsung melakukan penanganan sejak dini hari dengan melakukan asesmen lokasi serta membantu warga mengevakuasi barang-barang yang berisiko tertimbun.
“Langkah pertama, kami mengarahkan warga untuk tidak tinggal di rumah terdampak. Kemudian dilakukan pemotongan pohon, sebagian dibantu warga, sisanya dikerjakan oleh BPBD. DLH akan mengangkut kayu yang telah dipotong,” tambah Yonsep.
Sebagai bentuk bantuan darurat, BPBD menyerahkan terpal kepada pemilik rumah, Martinus Wisang Liwu. Sementara keluarga Slamet Utomo menerima bantuan dua box peralatan dan dua matras. BPBD juga telah berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, serta BAZNAS untuk membantu kebutuhan logistik dan tempat tinggal sementara bagi korban.
“Korban bisa mengungsi di rumah tetangga. Logistik untuk beberapa hari ke depan juga sudah disiapkan,” katanya.
Selain longsor dan pohon tumbang, hujan deras juga menyebabkan kenaikan air di sejumlah titik seperti Karang Anyar dan Markoni. Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
“Material pasir yang terbawa hanyalah akibat derasnya hujan, bukan banjir pasang,” jelas Yonsep.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung beberapa hari ke depan.
“Hujan deras disertai angin kencang dan petir, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar atau tinggal di daerah rawan longsor. Jika risiko tinggi, segera berpindah ke tempat aman,” tegasnya. (rz)


