KALTARAHUKUM & KRIMINALTARAKANUMUM

Kapolda Kaltara Tinjau Pos Ops Ketupat Kayan 2026 di Tarakan, Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik

TARAKAN — Kapolda Kalimantan Utara bersama jajaran pejabat utama Polda melakukan peninjauan langsung pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026 di sejumlah pos pelayanan dan pos pengamanan di Kota Tarakan.

Peninjauan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel serta optimalisasi pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

Kapolres Tarakan, Erwin Saputra Manik mengatakan, dalam kunjungan tersebut Kapolda menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi, terutama di titik-titik transportasi seperti pelabuhan dan bandara.

“Bapak Kapolda beserta pejabat utama Polda Kalimantan Utara melakukan peninjauan pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026, khususnya di pos-pos pelayanan dan pos pengamanan yang telah digelar oleh Polresta Tarakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan di dalam posko, tetapi juga melalui patroli aktif di lapangan untuk memantau kondisi selama arus mudik hingga arus balik.

“Anggota tidak hanya sebatas di dalam ruangan posko, tapi harus melakukan patroli dan melihat bagaimana situasi serta kondisi pada saat arus mudik sampai nanti arus balik,” jelasnya.

Selain itu, Kapolda juga menekankan agar layanan kepada masyarakat di posko, termasuk layanan kesehatan, dapat dimaksimalkan melalui kerja sama dengan instansi terkait.

DAMPINGI : Kapolres Tarakan AKBP Erwin S Manik terlihat mendampingi Kapolda Kaltara Irjen. Pol Djati Wiyoto Abadhy SIK saat meninjau posko keamanan mudik belum lama ini.

“Contohnya seperti layanan kesehatan bagi masyarakat itu bisa dioptimalkan dengan instansi terkait di bidang kesehatan,” katanya.

Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026, Polresta Tarakan menyiagakan ratusan personel gabungan yang ditempatkan di berbagai pos pengamanan dan pelayanan.

“Polresta Tarakan mendirikan tiga pos pengamanan, empat pos pelayanan, dan satu pos terpadu di Command Center. Total personel yang terlibat sebanyak 312 orang, terdiri dari 147 anggota Polresta Tarakan dan 165 personel dari instansi gabungan,” ungkapnya.

Peninjauan juga dilakukan di sejumlah titik transportasi penting, termasuk pelabuhan yang melayani rute antar kabupaten/kota di Kalimantan Utara serta pelabuhan internasional Malundung.

Kapolres mengungkapkan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah potensi lonjakan penumpang, sementara jumlah armada kapal masih terbatas.

“Armada kapal yang tersedia masih tujuh unit seperti dua tahun terakhir, sementara jumlah penumpang pada 2024 dan 2025 meningkat signifikan dan diprediksi tahun 2026 juga akan naik. Ini yang perlu diantisipasi,” ujarnya.

Selain pengamanan di pelabuhan dan bandara, kepolisian juga menaruh perhatian pada potensi kecelakaan lalu lintas selama periode mudik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan memastikan kendaraan dalam kondisi siap digunakan. Jangan sampai over capacity, baik di darat maupun di transportasi air,” tegasnya.

Ia menambahkan, arahan Kapolda akan segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polresta Tarakan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2026.

“Ini menjadi atensi kami supaya segera disesuaikan dengan arahan dan kebijakan pimpinan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal,” tutupnya.

Show More
Back to top button