KALTARATARAKANUMUM

BMKG Tarakan Ingatkan Ada Hujan Lebat Saat Lebaran, Waspada Potensi Banjir Rob

TARAKAN — Cuaca di wilayah Tarakan dan sekitarnya selama periode libur Idulfitri diperkirakan didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir rob yang diprediksi terjadi pada pertengahan periode tersebut.

Kepala Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan, Sulam Khilmi mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi masih aktifnya Monsun Asia yang membawa uap air cukup tinggi ke wilayah Kalimantan Utara (Kaltara), termasuk Tarakan.

“Untuk cuaca selama periode Lebaran didominasi oleh hujan sedang hingga lebat. Ini karena pada periode ini monsun Asia masih aktif, sehingga uap air yang dibawa dari daerah Asia ke Kalimantan Utara, khususnya Tarakan, sangat tinggi dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir intensitas hujan di Tarakan memang cukup tinggi dan kondisi tersebut masih akan berlanjut dalam waktu dekat. “Hari ini masih tinggi intensitas hujannya, kemudian besok juga masih tinggi,” jelasnya.

Namun, BMKG memprediksi akan ada jeda cuaca cerah sebelum kembali terjadi peningkatan intensitas hujan. “Pada tanggal 15 cuaca diperkirakan cerah. Kemudian tanggal 16, 17, 18, hingga 19 kembali masuk kategori kuning dengan intensitas hujan sedang hingga lebat,” katanya.

Selain hujan, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir rob yang dapat terjadi akibat fenomena astronomi pada periode tersebut. Khilmi menjelaskan, pada 19 Maret diperkirakan terjadi fase bulan baru dengan posisi bulan berada lebih dekat ke bumi atau perigee, yang dapat memicu kenaikan permukaan air laut.

“Karena tanggal 19 merupakan periode bulan baru dan posisi bulan dekat dengan bumi atau perigee, maka ada potensi banjir rob,” ungkapnya.

Kata Khilmi lagi, potensi tersebut tidak hanya terjadi pada satu hari saja, melainkan dalam rentang beberapa hari di sekitar tanggal tersebut. Potensi banjir rob ini diperkirakan Khilmi, terjadi dua hari sebelum dan dua hari setelah tanggal 19, yaitu pada 17, 18, 19, hingga 20 dan 21 Maret.

“Jadi masyarakat perlu tetap waspada, khususnya di wilayah pesisir Tarakan dan Pulau Bunyu,” ujarnya.

Terkait fenomena iklim global, Sulam menyebut pengaruh La Nina terhadap kondisi cuaca di wilayah tersebut saat ini belum signifikan. “Untuk La Nina belum ada pengaruh signifikan, kondisinya masih lemah,” pungkasnya. (rz)

Show More
Back to top button