Event Kearifan Lokal Jadi Strategi Kaltara Dongkrak Ekonomi dan Wisata

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya dalam mengembangkan event berbasis kearifan lokal sebagai strategi memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah. Hal ini disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, Dr. Bustan, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Event Berbasis Kearifan Lokal yang digelar Kementerian Pariwisata RI bekerja sama dengan Komisi VII DPR RI di Hotel Luminor, Selasa (31/03/26).
Mewakili Gubernur Kaltara, Bustan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan, di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi, daerah dituntut tetap menjaga jati diri budaya.
“Kearifan lokal bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi nilai hidup yang mencakup norma, tradisi, seni, hingga pengetahuan yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan, penyelenggaraan event berbasis kearifan lokal tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, event harus menjadi ruang edukasi, pelestarian budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
“Melalui event, kita bisa mempromosikan seni pertunjukan, kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga adat istiadat khas daerah,” tambahnya.
Bustan juga menilai Kaltara dapat belajar dari daerah seperti Yogyakarta dan Denpasar yang dinilai sukses mengangkat potensi budaya lokal menjadi daya tarik wisata berkelanjutan.
“Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, pelaku usaha, dan generasi muda,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Hj. Rahmawati Zainal, berharap penyelenggaraan event di Kaltara ke depan dirancang lebih matang, berbasis data, dan tetap berakar pada identitas lokal.
Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Kaltara, mulai dari budaya Bulungan, Tidung, Dayak, hingga tradisi pesisir dan perbatasan, merupakan aset besar yang dapat menjadi daya tarik wisata unggulan jika dikelola secara optimal.
“Tradisi pesisir, budaya sungai, hingga ragam kuliner khas merupakan potensi besar yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata,” katanya.
Melalui kegiatan ini, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terlibat aktif dalam pengembangan event berbasis kearifan lokal. Selain untuk melestarikan budaya, upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan kebanggaan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata, Gana Noviardi, Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Dr. Njau Anau, serta pelaku industri kreatif dan komunitas event di Kaltara. (rm)


