
TARAKAN — Isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat beredar di masyarakat dipastikan tidak benar. Hal ini disampaikan langsung Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal Atiyah pada Rabu (1/4/2026).
Naufal menegaskan, hingga saat ini belum ada kebijakan dari pemerintah pusat terkait penyesuaian harga BBM. Hal ini terpantau pada 1 April 2026, harga BBM baik subsidi maupun non-subsidi di Kota Tarakan tidak mengalami perubahan.
“Per 1 April tidak ada kenaikan sama sekali, baik BBM subsidi maupun non-subsidi. Di SPBU juga bisa dilihat langsung, tidak ada perubahan harga,” ujarnya.
Menurut Naufal, pihaknya masih menunggu arahan resmi dari pemerintah terkait kemungkinan perubahan harga ke depan. Hingga kini, belum ada instruksi apapun yang mengarah pada kenaikan.
“Untuk selanjutnya kami masih menunggu arahan. Sampai saat ini belum ada informasi perubahan, jadi masih mengikuti kebijakan yang berlaku,” jelasnya.
Selain memastikan harga tetap stabil, Pertamina juga menjamin ketersediaan stok BBM di Tarakan dalam kondisi aman. Bahkan, pasokan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan.
“Stok aman, sangat aman. Kalau kita bicara satu bulan ke depan, itu masih sangat mencukupi,” tegasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh isu yang tidak benar dengan melakukan pembelian berlebihan. “Tidak perlu khawatir, tidak perlu panic buying. Silakan membeli sesuai kebutuhan saja,” katanya.
Untuk menjaga kelancaran pasokan, Pertamina menerapkan sistem distribusi terukur dan berkelanjutan. Naufal memastikan, selama ini tidak pernah terjadi kekosongan distribusi BBM di Tarakan.
“Tidak pernah ada mobil tangki yang tidak mengirim. Selama SPBU beroperasi, distribusi tetap berjalan. Artinya ada BBM yang keluar dan ada yang masuk,” ungkapnya.
Distribusi BBM sendiri menggunakan sistem first in first out (FIFO) guna memastikan kualitas dan ketersediaan tetap terjaga. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak regional dan pusat terkait jadwal kedatangan kapal pengangkut.
“Kami sudah memetakan kapan kapal masuk, baik untuk Pertalite maupun Biosolar. Jadi kami minimalisir potensi kekosongan di supply point,” jelasnya.
Dalam praktiknya, Pertamina juga menerapkan skala prioritas dalam penyaluran. SPBU yang memiliki stok kritis akan lebih dulu mendapatkan pasokan.
“Kami terus koordinasi dengan supply point untuk memantau SPBU mana yang mulai kritis. Itu yang diprioritaskan,” ujarnya.
Berbagai faktor turut menjadi pertimbangan dalam distribusi, mulai dari jarak SPBU, tingkat konsumsi, hingga ketersediaan armada mobil tangki. Di Tarakan, distribusi dinilai lebih cepat karena jarak antar titik relatif dekat.
“Di Tarakan sendiri jaraknya relatif dekat, jadi distribusi lebih cepat dan fleksibel,” tambahnya.
Guna memperkuat layanan, Pertamina juga telah menambah armada dan tenaga operasional di lapangan. “Kami sudah menambah Awak Mobil Tangki (AMT) dan juga unit mobil tangki. Jadi saat ini tidak ada kendala dalam penyaluran,” ungkapnya.
Dengan sistem yang ada, operasional distribusi pun dapat menyesuaikan kondisi permintaan di lapangan. “Kalau permintaan meningkat, operasional bisa menyesuaikan, termasuk jam pelayanan yang bisa lebih panjang,” katanya.
Saat ini, stok BBM di Tarakan dipastikan cukup untuk beberapa hari ke depan, sembari menunggu tambahan pasokan yang telah dijadwalkan tiba.
“Stok yang ada saat ini masih cukup sekitar beberapa hari, dan sebelum itu akan ada kapal masuk untuk suplai. Jadi sudah kami antisipasi,” jelasnya.
Secara keseluruhan, Pertamina memastikan kondisi pasokan BBM tidak hanya aman di Tarakan, tetapi juga di seluruh wilayah Kalimantan Utara. Naufal kembali menekankan agar masyarakat tidak terpengaruh isu kenaikan maupun kelangkaan BBM.
“Intinya, stok aman, distribusi lancar, harga juga tidak naik. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya. (rz)


