BULUNGANPENDIDIKAN

Bulungan Perkuat Intervensi Stunting, Bidik SDM Berkualitas di Masa Depan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menegaskan keseriusannya dalam menangani persoalan stunting sebagai bagian dari upaya besar menciptakan generasi emas di masa depan. Penanganan stunting tidak lagi diposisikan sebagai program rutin semata, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia daerah.

Penegasan tersebut mengemuka dalam Pra Musrenbang Tematik Stunting yang digelar di Kantor Bupati Bulungan, yang berlangsung baru-baru ini. Meski bersifat seremoni, forum ini menjadi pintu masuk untuk menyatukan komitmen dan langkah konkret lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

Saat dikonfirmasi, Bupati Bulungan, Syarwani menekankan, persoalan stunting harus ditangani secara serius, terarah, dan berkelanjutan. Menurutnya, dampak stunting tidak hanya terlihat dalam jangka pendek, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kualitas generasi mendatang.

“Kalau kita bicara stunting, ini bukan hanya soal tinggi badan anak. Ini menyangkut perkembangan otak, kecerdasan, hingga produktivitas mereka di masa depan. Artinya, ini soal kualitas generasi kita,” ujar Syarwani, Rabu, (01/04/26)

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak ingin penanganan stunting berjalan setengah hati atau sekadar memenuhi target administratif. Seluruh perangkat daerah diminta benar-benar memahami peran masing-masing dalam upaya konvergensi program.

“Saya tidak ingin ini hanya jadi kegiatan seremonial. Harus ada langkah nyata, terukur, dan berdampak langsung ke masyarakat. Kita ingin hasilnya bisa dirasakan, bukan hanya dilaporkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syarwani mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan penanganan stunting terletak pada sinergi lintas sektor. Menurutnya, tidak ada satu instansi pun yang bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan ini.

“Penanganan stunting ini tidak bisa parsial. Harus ada kolaborasi. Dinas kesehatan, pendidikan, PUPR, hingga perangkat desa semua punya peran. Bahkan masyarakat juga harus terlibat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara perencanaan dan penganggaran agar setiap program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran. Tanpa sinkronisasi yang baik, menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan berpotensi tidak efektif.

“Perencanaan harus jelas, penganggaran juga harus mendukung. Jangan sampai programnya bagus, tapi anggarannya tidak ada, atau sebaliknya. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Syarwani juga mendorong munculnya inovasi dan ide-ide baru dalam penanganan stunting. Ia membuka ruang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan gagasan yang dapat memperkuat program yang sudah berjalan.

“Saya berharap dari forum ini muncul ide-ide brilian. Jangan hanya yang biasa-biasa saja. Kita butuh terobosan agar penanganan stunting ini bisa lebih cepat dan tepat,” ucapnya.

Menurutnya, intervensi yang dilakukan juga harus menyentuh akar persoalan, tidak hanya fokus pada aspek kesehatan semata. Faktor lain seperti sanitasi, pola asuh, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga juga harus menjadi perhatian.

“Stunting ini penyebabnya banyak. Jadi penanganannya juga harus menyeluruh. Mulai dari gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, sampai edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan menekan angka stunting akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat di masa depan. Oleh karena itu, upaya ini harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

“Kalau kita serius hari ini, kita akan menuai hasilnya di masa depan. Kita ingin anak-anak Bulungan tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing. Inilah yang kita sebut generasi emas,” tutupnya.

Dengan komitmen yang semakin kuat dan didukung kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Bulungan optimistis mampu menurunkan angka stunting secara signifikan sekaligus membangun fondasi kokoh bagi lahirnya generasi unggul di masa mendatang. (rm)

Show More
Back to top button