KALTARAUMUM

Harga Jagung Meroket, Peternak Unggas Kaltara Menjerit, Pemprov Turunkan Jagung Subsidi

TANJUNG SELOR – Harga pakan yang terus meroket menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan usaha peternak unggas di Kalimantan Utara. Untuk menekan biaya produksi yang semakin membengkak, Pemerintah Provinsi Kaltara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara mengambil langkah strategis dengan memfasilitasi penyediaan jagung subsidi melalui Bulog dengan harga lebih terjangkau.

Langkah ini menjadi hasil rapat koordinasi yang digelar Bidang Peternakan DPKP Kaltara bersama pemerintah kabupaten/kota, Bulog, serta asosiasi peternak. Fokus utama rapat tersebut adalah memastikan mekanisme distribusi jagung murah dapat segera berjalan dan langsung menjangkau para peternak.

Dalam rapat yang juga diikuti secara daring oleh asosiasi peternak, sejumlah pelaku usaha unggas menyampaikan keresahan mereka terhadap tingginya harga jagung di pasaran yang kini menembus Rp9.000 per kilogram.

“Dalam dua bulan terakhir saya terus merugi. Biaya pakan bisa mencapai 70 persen dari modal. Kalau jagung subsidi ini benar-benar turun, kami bisa bernapas lagi,” ujar Zulkifli, peternak di Tarakan.

Keluhan serupa disampaikan Afif, peternak ayam pedaging asal Bulungan. Ia menyebut harga pakan pabrikan ikut melonjak hingga Rp12.000 per kilogram akibat mahalnya jagung sebagai bahan utama.

“Sekarang harga daging ayam di pasaran sekitar Rp30.000 per kilogram. Pakan saja sudah hampir setengah dari harga itu. Kami tidak butuh janji, yang kami harapkan eksekusi cepat,” tegasnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Peternakan DPKP Kaltara, Surianto Semuel, memastikan rapat koordinasi tersebut menghasilkan keputusan yang jelas dan siap dijalankan.

“Melalui rapat ini disepakati adanya kemudahan bagi peternak untuk mendapatkan jagung dengan harga lebih terjangkau melalui Bulog,” jelas Surianto.

Ia menjelaskan, penyaluran jagung akan dilakukan melalui asosiasi peternak agar distribusi lebih terkontrol dan tepat sasaran. Asosiasi akan menghimpun data kebutuhan jagung dari anggotanya di masing-masing daerah, kemudian disampaikan ke dinas kabupaten/kota, diteruskan ke DPKP provinsi, lalu diajukan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog pusat. Setelah penetapan, Bulog wilayah Kaltara akan menyalurkan jagung tersebut.

Adapun harga jagung ditetapkan Rp6.400 per kilogram di gudang Bulog. Sementara jika peternak mengambil langsung dari petani atau melalui asosiasi, harganya bisa lebih murah yakni Rp5.500 per kilogram.

“Perbedaan harga ini memberi fleksibilitas bagi peternak. Jika mereka bisa menjemput langsung ke petani, biayanya lebih murah. Namun jika ingin lebih praktis, bisa mengambil di gudang Bulog,” terangnya.

Surianto menegaskan, program ini bukan sekadar bantuan sementara. Pemerintah provinsi telah meminta seluruh kabupaten/kota segera merampungkan data kebutuhan jagung paling lambat akhir pekan depan.

“Dengan skema ini diharapkan harga pakan bisa ditekan sehingga usaha peternak unggas, baik petelur maupun pedaging, tetap berjalan. Jangan sampai ada peternak yang gulung tikar hanya karena persoalan jagung,” tegasnya.

Jika distribusi berjalan lancar, dampaknya diperkirakan mulai terasa dalam satu hingga dua bulan ke depan. Harga telur dan daging ayam di pasaran diharapkan lebih stabil, sementara peternak tidak lagi terpaksa menjual hasil ternaknya dengan harga rendah untuk menutup kerugian. (rm)

Back to top button