TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) di Tanjung Selor pada April 2026 mencapai 3,10 persen. Kenaikan ini terlihat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang naik dari 105,80 pada April 2025 menjadi 109,08 pada April 2026.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, kenaikan harga terjadi di sejumlah kelompok pengeluaran. Selain inflasi tahunan, tercatat pula inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,23 persen dan inflasi tahun kalender (year to date/ytd) 0,76 persen.
“Perkembangan harga pada April 2026 menunjukkan adanya kenaikan di sejumlah kelompok pengeluaran,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Yuda, inflasi tahunan terbesar berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 9,17 persen, dipicu kenaikan tarif air minum PAM.
Kelompok transportasi naik 3,27 persen dan perawatan pribadi serta jasa lainnya meningkat 7,39 persen. Komoditas yang dominan memicu inflasi antara lain tarif air PAM, emas perhiasan, angkutan udara, daging ayam ras, dan minyak goreng.
Sementara bawang putih, kangkung, bayam, dan cabai merah membantu menahan laju inflasi. Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga tomat, bawang merah, minyak goreng, dan tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama.
Sebaliknya, ikan bandeng, daging ayam ras, dan telur ayam ras mengalami penurunan harga sehingga memberi andil terhadap deflasi.
Yuda menilai pengendalian inflasi membutuhkan sinergi pemerintah dan pelaku usaha agar stabilitas harga kebutuhan masyarakat tetap terjaga. (rm)

