Gedung Belum Rampung, Pelajar Sekolah Rakyat Belajar di Eks BLK
TARAKAN – Harapan pelajar angkatan pertama Sekolah Rakyat di Kota Tarakan untuk menempati gedung permanen pada awal tahun ajaran 2026/2027 belum dapat terwujud. Hingga awal Juli 2026, progres pembangunan kompleks sekolah di Kelurahan Juata Laut baru mencapai 64,52 persen sehingga kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di gedung sementara eks Balai Latihan Kerja (BLK) Tarakan.
Pembangunan fisik yang belum mencapai target tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan, Arbain. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, progres pekerjaan dinilai belum memungkinkan untuk mengejar target penyelesaian dalam waktu dekat.
“Menurut pemantauan kami sampai minggu lalu progresnya baru 64,52 persen. Sekarang mungkin sudah bertambah sedikit, tetapi untuk mengejar target yang ditetapkan sepertinya belum memungkinkan,” ujar Arbain.
Ia menjelaskan, kontraktor saat ini memprioritaskan penyelesaian ruang kelas dan asrama siswa agar kedua fasilitas tersebut dapat difungsikan lebih awal.
Sementara fasilitas lain seperti aula, dapur, tempat ibadah, ruang UKS, ruang guru, rumah guru, serta sarana pendukung lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Meski sejumlah ruang belajar telah menunjukkan perkembangan signifikan dan bahkan sebagian telah dilengkapi meja serta kursi, pemerintah memastikan gedung tidak akan digunakan sebelum seluruh fasilitas dinyatakan siap dan layak.
Menurut Arbain, pemindahan siswa sepenuhnya mengikuti kebijakan pemerintah pusat sebagai penyelenggara program Sekolah Rakyat.
“Kami mengikuti arahan pemerintah pusat. Pemindahan siswa ke gedung permanen dilakukan setelah pembangunan benar-benar siap digunakan,” tegasnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar angkatan pertama Sekolah Rakyat tetap dilaksanakan di gedung eks BLK Tarakan hingga kompleks sekolah di Juata Laut selesai dibangun dan siap dioperasikan. (rz)

