TANJUNG SELOR – Siapa lawan Syarwani dalam bursa pencalonan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kaltara terjawab sudah. Sosok itu bukan Wali Kota Tarakan, dr Khairul MKes, melainkan Fransisco .
Hal itu diutarakan Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltara, Fenry Alpius. Setelah pendaftaran kedua pengurus DPRD Partai Golkar ini, maka proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kaltara akan memasuki tahap verifikasi.
“Ada dua calon, berkas sudah diterima dan sudah siap diverifikasi untuk ke tahap selanjutnya,” ungkap Pria yang juga Ketua Tim Panitia Pengarah Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kaltara ini.
Fenry kemudian menjelaskan mekanisme pra-Musda yang akan dijalankan panitia setelah pendaftaran ditutup. Tim panitia pengarah, kata dia, akan menggelar rapat untuk memeriksa kelengkapan administrasi dan kesesuaian persyaratan yang harus sesuai Petunjuk Pelaksanaan (Juklak). Keputusan lolos atau tidaknya bakal calon, tegas Fenry, akan diputuskan pada rapat tersebut.
“Besok malam kita memverifikasi berkas-berkas yang sudah masuk ke panitia pengarah,” ujar Fenry.
Dari informasi yang didapatkan media ini, Fransisco tiba-tiba mendaftarkan diri pada batas akhir pendaftaran, yakni pukul 16.00 Wita. Fransisco sendiri bukan orang baru di Partai Golkar Kaltara. Dia adalah kader Partai Golkar yang menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM, Tani dan Nelayan DPD Golkar Kaltara.
“Yang memenuhi syarat itu nanti akan dibawa pada saat Musda nanti,” jelas Fenry.
Menutup keterangannya, Fenry menekankan tujuan proses ini adalah menjaga solidaritas internal partai. Terkait informasi lain di luar pelaksanaan Musda ini, kata Fenry, tidak akan mengganggu jalannya Musda yang sudah diputuskan.
“Golkar Kaltara solid, kompak dan bersatu untuk membesarkan Golkar dan membangun Kalimantan Utara,” pungkasnya. (idq)



