KALTARANUNUKAN

Batik Warga Binaan Nunukan, dari Balik Lapas Menuju Pasar

NUNUKAN – Kain batik tak selalu lahir dari ruang kerja para perajin. Di Lapas Kelas IIB Nunukan, puluhan kain batik tulis justru dibuat tangan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dengan motif khas daerah. Karya itu dipamerkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.

Kain-kain tersebut dikerjakan secara manual menggunakan canting. Bagi pengelola lapas, membatik bukan sekadar mengisi waktu selama menjalani masa pidana. Keterampilan itu dipersiapkan sebagai bekal agar WBP memiliki kemampuan yang dapat digunakan ketika kembali ke masyarakat.

Sekretaris Daerah Nunukan Raden Iwan Kurniawan menilai proses membatik sekaligus melatih kedisiplinan, ketelitian, dan kesabaran. Ia berharap keterampilan tersebut tidak berhenti sebagai program pembinaan di dalam lapas.

“Ini bukan hanya soal membuat kain batik. Ini soal bagaimana warga binaan diberi keterampilan agar setelah keluar nanti mereka punya sesuatu yang bisa dikerjakan,” ujar Raden Iwan, Selasa, (18/8/2026).

Menurut dia, batik karya WBP memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Peningkatan kualitas dan desain dinilai penting agar produk tersebut dapat menembus pasar yang lebih luas.

“Kalau hasilnya semakin bagus, tentu harus kita dorong supaya tidak berhenti sebagai kegiatan di dalam Lapas. Bisa dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai dan dipasarkan,” katanya.

Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan Donny Setiawan mengatakan pembinaan kemandirian memang diarahkan untuk mempersiapkan WBP sebelum kembali ke tengah masyarakat. Selain membatik, mereka mendapat pelatihan pengelasan, konstruksi bangunan, pertukangan, pengolahan makanan, dan agrobisnis.

Pembinaan keagamaan juga diberikan untuk melengkapi keterampilan tersebut. Donny berharap WBP tidak hanya keluar dengan kemampuan bekerja, tetapi juga membawa perubahan karakter sehingga lebih siap menjalani kehidupan setelah masa pidana berakhir. (ryn)

Back to top button