NUNUKAN – Pasokan minyak goreng bersubsidi MinyaKita kembali mengalir ke Kabupaten Nunukan setelah sebelumnya terbatas. Namun, jalur distribusi belum menjangkau Kabudaya dan dataran tinggi Krayan secara rutin lantaran kendala akses.
Pemerintah Kabupaten Nunukan menyebut kebutuhan MinyaKita di dua wilayah tersebut sementara dipenuhi melalui pasar murah yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Nunukan.
“Untuk wilayah Kabudaya dan dataran tinggi Krayan, distribusi MinyaKita memang belum dapat dilakukan secara rutin karena keterbatasan akses. Selama ini, pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut lebih banyak dilakukan melalui kegiatan pasar murah yang digelar DKUKMPP,” ujar Kepala Bidang Perdagangan DKUKMPP Nunukan, Dior Frames, melalui Pengawas Perdagangan, Yusron.
Sementara itu, tambahan pasokan MinyaKita dari Bulog Tarakan diharapkan memperkuat ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat di wilayah Nunukan. Pemerintah daerah juga memantau stok dan harga di tingkat pedagang untuk mencegah kelangkaan serta lonjakan harga.
Pengawasan distribusi dilakukan bersamaan dengan upaya mencegah penimbunan. Langkah itu dinilai penting agar tambahan pasokan tidak berhenti di jalur distribusi tertentu dan tetap tersedia bagi masyarakat.
Pemerintah berharap pasokan yang kembali masuk dapat menjaga kebutuhan MinyaKita di Nunukan tetap terpenuhi. Untuk wilayah yang terkendala akses, pasar murah masih menjadi salah satu cara pemerintah menjaga pasokan sekaligus harga minyak goreng tetap dalam batas yang ditetapkan. (ryn)