KALTARABULUNGAN

BPJN Kaltara Fokus Benahi Koridor Logistik hingga Malinau

TANJUNG SELOR – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara (Kaltara) memusatkan penanganan jalan nasional pada koridor lintas selatan yang menjadi jalur utama logistik dan mobilitas masyarakat di Kalimantan. Ruas dari perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) menuju Tanjung Selor, Malinau hingga Sungai Ular menjadi prioritas pada 2026.

Kepala BPJN Kaltara Tri Bakti Mulianto mengatakan, koridor tersebut merupakan urat nadi transportasi darat yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan. Jalur ini juga menjadi akses distribusi barang sekaligus pergerakan masyarakat antardaerah.

“Prioritas kami adalah koridor logistik dari batas Kalimantan Timur menuju Tanjung Selor, Malinau hingga Sungai Ular. Jalur ini menjadi akses utama distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” kata Tri, Senin (24/8/2026).
Selain menopang arus logistik, ruas tersebut menghubungkan sejumlah kawasan strategis, termasuk Bandara Tanjung Harapan dan kawasan wisata di Berau, serta menjadi jalur penghubung menuju Kaltim.

BPJN Kaltara mencatat tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut telah mencapai sekitar 96 persen. Namun, sejumlah titik masih mengalami penurunan badan jalan dan membutuhkan penanganan, terutama pada ruas batas Bulungan menuju arah Berau.

Untuk memperbaiki titik-titik kritis itu, BPJN menargetkan rehabilitasi mayor sepanjang sekitar 4,7 kilometer rampung pada November 2026. Penanganan dilakukan pada beberapa lokasi dengan tingkat kerusakan paling parah.

“Karena anggaran terbatas, kami belum bisa menangani seluruh ruas sekaligus. Penanganan difokuskan pada titik-titik yang kondisinya paling kritis agar tetap aman dilalui,” ujar Tri.

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp160,8 miliar pada 2026 untuk pemeliharaan dan penanganan jalan nasional sepanjang 643 kilometer beserta jembatan di Kaltara. Anggaran tersebut belum termasuk alokasi khusus untuk penanganan jalan perbatasan. (rk)

Back to top button