Kapolres Nunukan Buka Ruang Kritik untuk Wartawan
NUNUKAN – Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni membuka ruang kritik dan masukan dari insan pers. Ia menilai komunikasi dua arah antara polisi dan media penting agar informasi hukum dan keamanan yang diterima masyarakat tidak terpotong dan menimbulkan salah persepsi.
Hal itu disampaikan Ruslaeni saat menggelar Coffee Morning bersama wartawan di Ruang Endra Dharmalaksana Polres Nunukan, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan diri setelah menjalankan tugas sebagai Kapolres Nunukan.
Ruslaeni mengatakan, media merupakan mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan edukatif kepada masyarakat. Karena itu, ia mempersilakan wartawan menyampaikan kritik maupun masukan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan kepolisian. “Silakan kalau ada yang ingin ditanyakan atau disampaikan terkait sesuatu. Kami terbuka,” kata Ruslaeni.
Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan bahasa yang mudah dipahami masyarakat dalam penyampaian informasi. Perbedaan tingkat pemahaman warga, menurut dia, membuat informasi yang terlalu rumit berisiko menimbulkan salah persepsi.
Ruslaeni mengingatkan, informasi yang diterima masyarakat secara sepotong juga dapat memicu pemahaman yang keliru. “Yang mereka pahami hanya potongan informasi yang mereka lihat,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta wartawan tidak ragu melakukan konfirmasi apabila menemukan informasi yang belum jelas, terutama menyangkut persoalan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat. Konfirmasi dinilai penting agar informasi yang disampaikan kepada publik memiliki konteks yang utuh.
Ruslaeni berharap komunikasi antara Polres Nunukan dan media berlangsung secara rutin, bukan hanya ketika terjadi kasus. Dengan begitu, informasi yang diterima masyarakat dapat tetap akurat, berimbang, dan bermanfaat.
“Semoga komunikasi dan kerja sama yang sudah terjalin dengan baik selama ini dapat terus kita tingkatkan,” kata dia. (ryn)