TARAKAN – Kasus dugaan pencurian panel surya dan baterai pendukung sensor cuaca milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan yang viral di media sosial (medsos) belakangan ini dipastikan hoax. Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah saat dikonfirmasi soal dugaan pencurian ini.
Ridho juga memastikan, tidak pernah ada laporan maupun temuan kasus pencurian fasilitas tersebut di wilayah Kota Tarakan. Hal itu ditegaskan setelah pihak kepolisian melakukan klarifikasi langsung kepada BMKG Tarakan dan melakukan pengecekan ke lapangan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya laporan resmi maupun kejadian pencurian sebagaimana ramai diberitakan.
“Semalam kami sudah berkoordinasi dengan Kepala BMKG Kota Tarakan, Mohammad Sulam Khilmi, dan dipastikan tidak ada pencurian panel surya ataupun baterai di wilayah hukum Polres Tarakan,” ungkap Ridho, Rabu 3 Desember 2025.
Ridho menjelaskan, satu-satunya kasus pencurian panel surya milik BMKG yang pernah terjadi, berada di luar wilayah Tarakan. Kejadian itu berlangsung pada tahun 2024 di Kabupaten Malinau dan telah ditangani oleh aparat kepolisian setempat hingga tuntas.
“Jika ada tindak pidana, kami siap 1×24 jam menerima laporan. Namun sampai saat ini tidak ada laporan yang masuk. Kami juga belum mengetahui dari mana informasi di media sosial itu berasal,” imbuhnya.
Ia memastikan masyarakat tidak perlu cemas terkait keamanan fasilitas sensor cuaca di Kota Tarakan karena seluruh peralatan BMKG masih beroperasi dengan baik dan tidak ada kerusakan akibat tindakan kriminal.
Terpisah, Kepala BMKG Kota Tarakan, Mohammad Sulam Khilmi mengaku, informasi yang beredar di media sosial merupakan bentuk kekeliruan dalam memahami pernyataannya. Ia menegaskan, ketika diwawancarai sebelumnya, ia hanya menjelaskan kendala umum yang kerap dihadapi BMKG dalam memberikan peringatan dini, bukan menyebut adanya kejadian pencurian baru-baru ini di Tarakan.
“Jadi gini konteksnya, itu sebenarnya dibesarkan-besarkan. Dulu ada yang wawancara dengan saya, menanyakan apa kendala BMKG dalam memberikan peringatan dini,” jelas Sulam.
Ia menerangkan, vandalisme terhadap peralatan BMKG memang pernah terjadi, namun jumlahnya sangat sedikit dan kejadiannya sudah lama serta terjadi di daerah lain.
“Saya jawab salah satunya, terkadang peralatan kami mengalami vandalisme. Vandalisme itu macam-macam, ada yang dicuri, kadang yang dirusak. Tapi bukan berarti sering. Tapi pernah. Itu pun kejadiannya sudah lama. Tahun lalu di Malinau,” ujarnya.
Sulam menambahkan, kasus lain pernah terjadi di Kabupaten Tana Tidung (KTT) pada 2022 dan semuanya telah selesai ditangani kepolisian setempat. “Artinya, itu secara umum. Saya tidak pernah menjelaskan itu di Tarakan,” tegasnya.
Ketika ditanyakan mengenai apakah pernah ada kejadian serupa di Tarakan, Sulam kembali menegaskan hingga saat ini belum terdapat kejadian serupa yang terjadi di Kota Tarakan. (rz)



