KALTARATARAKAN

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Batik Air Batalkan Rute Tarakan-Jakarta

TARAKAN- Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak hingga ke konektivitas penerbangan dari Tarakan. Batik Air membatalkan penerbangan rute Tarakan-Jakarta dan Jakarta-Tarakan pada Minggu (6/9/2026) akibat kondisi aktivitas vulkanik yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan.

Informasi pembatalan disampaikan Bandara Juwata Tarakan kepada pengguna jasa sekitar pukul 11.30 Wita. Dua penerbangan Batik Air yang terdampak yakni ID6675 rute Tarakan (TRK)-Jakarta (CGK) dengan jadwal keberangkatan pukul 13.35 Wita serta ID6674 rute Jakarta (CGK)-Tarakan (TRK) dengan jadwal kedatangan pukul 13.55 Wita.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Bambang Hartato mengatakan, pembatalan tersebut merupakan dampak dari kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu jalur penerbangan.

“Untuk penerbangan Batik Air rute Tarakan-Jakarta dan Jakarta-Tarakan hari ini dibatalkan. Kondisi ini berkaitan dengan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap operasional penerbangan,” kata Bambang.

Menurutnya, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam keputusan operasional. Sebaran abu vulkanik perlu diantisipasi karena dapat terbawa angin dan memasuki wilayah jalur penerbangan.

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas. Karena itu, perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi di sepanjang jalur penerbangan terus menjadi perhatian,” ujarnya.

Bambang mengimbau, penumpang yang terdampak pembatalan untuk berkoordinasi langsung dengan maskapai terkait pilihan perjalanan selanjutnya, termasuk penjadwalan ulang maupun pengembalian dana.

“Penumpang kami imbau menghubungi pihak maskapai untuk mendapatkan informasi mengenai re-schedule, refund, atau pengaturan perjalanan lainnya,” katanya.

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di Tarakan. Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah Kelas Utama mencatat adanya penghentian operasional penerbangan di sejumlah bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Radin Inten (TKG), Budiarto (RTO), dan Halim Perdanakusuma (HLP).

Penghentian operasional tersebut tercantum dalam NOTAM (Notice to Airmen) dengan masa berlaku berbeda di masing-masing bandara. Untuk Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto, penghentian berlaku hingga pukul 09.30 waktu setempat, sedangkan Radin Inten dan Halim Perdanakusuma hingga pukul 10.00 waktu setempat.

Abu vulkanik menjadi salah satu ancaman serius bagi penerbangan. Partikelnya yang sangat halus dapat terbawa angin dalam jarak jauh, mengurangi jarak pandang, serta berpotensi mengganggu kinerja mesin pesawat.

Kondisi tersebut dapat memicu penundaan, pembatalan, hingga perubahan rute penerbangan berdasarkan evaluasi keselamatan dan perkembangan sebaran abu vulkanik.

Bambang meminta masyarakat, khususnya calon penumpang, tidak hanya mengandalkan jadwal penerbangan yang tertera sebelumnya.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk selalu memantau informasi resmi dari bandara, maskapai, BMKG, PVMBG, dan otoritas penerbangan. Sebelum berangkat ke bandara, pastikan kembali status penerbangannya,” pungkasnya. (rz)

Back to top button