NUNUKAN – Kepedulian terhadap korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalir dari Nunukan. Dalam aksi penggalangan dana yang digelar masyarakat lintas etnis, terkumpul dukungan dari berbagai pihak, termasuk donasi sebesar Rp6 juta untuk membantu warga terdampak bencana.
Ketua Komisi III DPRD Nunukan, Ryan Antoni, mengatakan, aksi kemanusiaan tersebut patut diapresiasi dan perlu terus digencarkan. Menurut dia, bantuan tidak semata-mata diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari kepedulian dan tanggung jawab moral terhadap sesama.
“Kami sangat mengapresiasi agenda seperti ini. Kegiatan serupa harus terus digencarkan. Dalam aksi tadi, kami turut menyumbang Rp6 juta. Jangan hanya melihat nilainya, tetapi di situ ada tanggung jawab moril yang besar untuk dijalankan dalam aksi kemanusiaan,” ujar Ryan, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut turut diramaikan pertunjukan seni dan budaya, mulai tari jepen, reog Ponorogo hingga kesenian dari berbagai etnis. Nuansa keberagaman itu menjadi bagian dari pesan solidaritas masyarakat Nunukan untuk korban bencana di daerah lain.
Ryan, yang juga ketua Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur-Utara (LPADKT) ini berharap kepedulian lintas etnis di Nunukan tidak berhenti pada aksi penggalangan dana untuk bencana di luar daerah. Menurut dia, perhatian serupa juga perlu diarahkan kepada warga Nunukan yang mengalami musibah.
“Di sejumlah wilayah Nunukan juga sempat terjadi bencana. Di Krayan beberapa kali dilanda banjir, sementara di wilayah Kabudaya sempat diterjang angin puting beliung. Kegiatan seperti ini juga perlu digalakkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedaerah,” katanya.
Ia menilai jarak dan skala bencana tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan warga yang membutuhkan bantuan. Justru, solidaritas di lingkungan sendiri menjadi bagian penting dalam memperkuat rasa persaudaraan masyarakat.
“Bencana skala kecil bukan berarti tidak layak dibantu. Selagi tali silaturahmi dan persaudaraan terjaga dengan kuat, di situlah ada tanggung jawab kemanusiaan yang harus dijalankan,” tegasnya.
Selain mengapresiasi kegiatan tersebut, Ryan juga menyampaikan sejumlah catatan teknis kepada panitia. Salah satunya menyangkut kesiapan kebutuhan dasar relawan di lapangan, termasuk ketersediaan air minum selama kegiatan berlangsung.
Menurut dia, aspek teknis perlu diperkuat agar aksi kemanusiaan berikutnya dapat berjalan lebih tertib dan maksimal. (ryn)