KALTARAEKONOMINUNUKAN

Harga Tomat dan Ikan Turun, Pangan Nunukan Deflasi 0,73 Persen

NUNUKAN – Penurunan harga sejumlah bahan pangan menekan laju inflasi di Kabupaten Nunukan. Pada Agustus 2026, kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau mengalami deflasi tahunan sebesar 0,73 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nunukan mencatat, tomat menjadi komoditas yang paling besar mendorong penurunan harga. Komoditas tersebut memberikan andil deflasi sebesar 0,31 persen.

Kepala BPS Nunukan Iskandar Ahmaddien mengatakan, selain tomat, penurunan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas pangan lainnya. Ikan layang atau ikan benggol memberikan andil deflasi 0,24 persen, sedangkan bawang merah sebesar 0,12 persen.

“Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau pada Agustus 2026 mengalami deflasi year-on-year sebesar 0,73 persen,” kata Iskandar, Kamis (10/9/2026).

Komoditas lain yang turut menekan indeks kelompok tersebut yakni ikan bandeng atau ikan bolu dengan andil 0,07 persen, telur ayam ras 0,06 persen, bayam 0,06 persen, cabai merah 0,03 persen dan kangkung 0,03 persen. Kol putih atau kubis serta ikan kembung juga tercatat memberikan andil terhadap deflasi.

Meski demikian, penurunan harga tidak terjadi pada seluruh komoditas. Sejumlah bahan pangan dan produk tembakau justru masih memberikan tekanan inflasi.

Daging ayam ras menjadi penyumbang inflasi terbesar dalam kelompok tersebut dengan andil 0,10 persen. Berikutnya beras sebesar 0,09 persen, sigaret kretek mesin 0,06 persen, gula pasir 0,05 persen, sigaret kretek tangan 0,05 persen dan minyak goreng 0,04 persen.

“Komoditas dengan andil deflasi terbesar berasal dari tomat sebesar 0,31 persen, diikuti ikan layang atau ikan benggol sebesar 0,24 persen dan bawang merah sebesar 0,12 persen,” jelasnya.

Iskandar mengatakan, dinamika harga selama Agustus menunjukkan adanya perubahan pada sejumlah komoditas yang dikonsumsi masyarakat. Karena itu, perkembangan harga di tingkat konsumen terus menjadi perhatian BPS.

“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2026 secara umum menunjukkan adanya perubahan harga,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Kabupaten Nunukan masih mencatat inflasi sebesar 1,28 persen secara year-on-year pada Agustus 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 110,86.
Sementara secara bulanan atau month-to-month (m-to-m), Nunukan mengalami inflasi 0,16 persen. Adapun secara year-to-date (y-to-d), inflasi tercatat sebesar 1,39 persen.

BPS Nunukan akan terus memantau pergerakan harga, terutama komoditas pangan yang berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
“Kita akan terus memantau pergerakan harga berbagai komoditas untuk melihat perubahan harga yang terjadi di tingkat konsumen, termasuk komoditas pangan yang mengalami kenaikan maupun penurunan,” pungkasnya. (ryn)

Back to top button