KALTARABULUNGAN

Sebelum Api Membesar, 18 Regu Karhutla Disebar

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kalimantan Utara (Kaltara)  memilih memperkuat pertahanan sebelum api menjalar. Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau, Dinas Kehutanan Kaltara menyebar 18 regu Brigade Pengendalian Karhutla ke seluruh kabupaten dan kota.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Ekosistem (PKSDE) Dishut Kaltara Maryanto mengatakan, kondisi kemarau membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Kekeringan membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar, sehingga deteksi dini menjadi kunci mencegah kebakaran meluas.

Dari 18 regu yang disiagakan, Bulungan mendapat kekuatan terbesar dengan enam regu. Sementara empat kabupaten/kota lainnya masing-masing diperkuat tiga regu.

Selain personel brigade, Dishut Kaltara juga mengandalkan masyarakat sebagai lapis pertama pengawasan. Sebanyak 60 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibina bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) melibatkan sekitar 900 personel.

“Dengan estimasi total mencapai 900 personel akar rumput, kehadiran kelompok ini diandalkan sebagai garda terdepan untuk mendeteksi kemunculan api sejak dini sebelum sempat membesar,” ujar Maryanto.

Pengamanan juga diarahkan ke wilayah konsesi perusahaan. Dishut bersama unsur penegak hukum dan kepolisian secara berkala memeriksa kesiapan sarana dan prasarana pemadaman milik korporasi.

Pengawasan tersebut sekaligus memastikan perusahaan mematuhi kewajiban pembukaan lahan tanpa bakar. Langkah ini dinilai penting karena kebakaran di area konsesi berpotensi berdampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Dinas Kehutanan bersama unsur penegak hukum dan kepolisian secara berkala memeriksa kelengkapan fasilitas pemadaman di area korporasi serta menegakkan aturan ketat mengenai kewajiban pembukaan lahan tanpa bakar,” katanya.

Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga terus diperkuat untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.

Maryanto mengingatkan, masyarakat tidak menggunakan api untuk membuka lahan. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan kemunculan titik api agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi karhutla besar.

“Kita mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dan proaktif melaporkan setiap kemunculan titik api kepada petugas terdekat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu,” pungkasnya. (rk)

Back to top button