TARAKAN — Memasuki momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pergerakan tamu di sejumlah hotel di Kota Tarakan diprediksi tetap stabil dan dapat ditampung sepenuhnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Utara, Kie Pie menegaskan, meski terjadi peningkatan okupansi menjelang akhir tahun, kapasitas hotel di Tarakan masih mencukupi.
“Occupancy bulan November dan Desember 2025 memang meningkat, lebih karena banyak agenda pemerintah untuk menghabiskan anggaran. Polanya hampir sama seperti tahun sebelumnya. Untuk Natal biasanya baru terlihat mulai tanggal 18 Desember,” ungkap Kie Pie.
Terkait perkembangan jumlah hotel di Tarakan, Kie Pie menyebut, tahun ini tidak terlalu signifikan. Baru satu hotel baru, yakni Hotel Gembira yang mulai beroperasi. Namun, di sisi lain sejumlah hotel justru menghentikan operasional.
“Tahun ini ada satu hotel yang bertambah, yaitu Hotel Gembira. Tapi ada juga yang tutup seperti Hotel Barito Timur dan Sakura. Tahun lalu Hotel Asia dan Hotel Arini juga tutup. Yang justru banyak bertambah itu homestay dan guesthouse,” jelasnya.
Tren ini menunjukkan bahwa penginapan skala kecil semakin diminati, sementara hotel konvensional cenderung stagnan. Meski jumlah hotel tidak bertambah banyak, PHRI memastikan kapasitas kamar di Tarakan masih memadai untuk libur Nataru.
“Kalau hari raya seperti Natal dan Tahun Baru, lonjakannya pasti bisa 100 persen terakomodir. Biasanya yang tidak cukup itu kalau ada event nasional besar seperti Apeksi atau MTQ yang mendatangkan tamu dalam jumlah besar,” tegas Kie Pie.
Kie Pie juga memastikan, pergerakan ekonomi yang ditopang dengan hadirnya jasa perhotelan akan ikut memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Kota Tarakan. Apalagi, berbagai kegiatan nasional dan daerah selalu dipusatkan di Kota Tarakan. Olehnya, Kie Pie pun tak segan memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan yang selalu menghadirkan kemudahan bagi bisnis perhotelan di Kota Tarakan. Salah satunya adalah menyelenggarakan Undian Makan Minum 2025, yang menurutnya turut menggerakkan ekonomi daerah.
“Saya apresiasi Pemkot Tarakan yang menyelenggarakan undian makan minum 2025. Selamat kepada semua pemenang undian,” kata dia.
Tak lupa, dia mengingatkan para pelaku usaha hotel dan restoran untuk lebih taat dalam menyetorkan pajak 10 persen kepada DP2KA. “Saya mengimbau para pelaku usaha agar menyetorkan pajak secara jujur dan disiplin. Dengan begitu pemerintah daerah bisa terus membuat acara-acara yang mengundang banyak tamu ke Kaltara. Multiplier effect-nya juga akan kembali ke kita semua,” tutup Kie Pie. (rz)



