TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Bank Indonesia (BI) dan sejumlah instansi terkait kembali menggelar intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Dua agenda utama dijadwalkan berlangsung pada pekan ini, yakni Gerakan Pangan Murah (GPM) dan peluncuran Mini Distribution Center (MDC).
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Tarakan, Wiwi Aisyah mengatakan, kegiatan pertama akan digelar pada Selasa (16/12/2025) melalui program Gerakan Pangan Murah yang berlokasi di Masjid Al Ma’arif, dan berlangsung selama satu hari.
“Besok, Selasa, kita ada rencana Gerakan Pangan Murah di Masjid Al Ma’arif. Ini kerja sama Pemkot, provinsi, pusat melalui Bapanas, juga Bank Indonesia. Semua tergabung dalam TPID,” ujar Wiwi, Senin (15/12/2025).
Menurutnya, GPM merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diturunkan ke daerah guna memastikan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.
Sementara itu, agenda kedua dijadwalkan pada Rabu (17/12/2025) berupa launching Mini Distribution Center (MDC) yang direncanakan berlangsung di Pasar Tenguyun, bekerja sama dengan Bank Indonesia.
“Hari Rabunya kita rencana launching MDC di Pasar Tenguyun. MDC itu Mini Distribution Center, tujuannya menjual sembako untuk menstabilkan harga,” jelasnya.
Wiwi menegaskan, program MDC bukan secara khusus merupakan kegiatan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), melainkan program rutin hasil kerja sama DKPP, BI, Disperindagkop, serta Bulog.
“Ini sebenarnya bukan program Nataru, tapi memang program yang akan kita launching bersama BI. Ke depannya rencananya bisa dilakukan dua kali dalam seminggu, tergantung kondisi,” katanya.
Untuk komoditas yang disiapkan, Wiwi menyebut ada tiga bahan pokok utama yang menjadi fokus, yakni beras, gula, dan minyak goreng, yang seluruhnya disuplai oleh Bulog.
“Yang jelas nanti tiga komoditas tetap, beras, minyak, dan gula. Berasnya dari Bulog semua. Kalau ada komoditas lain seperti cabai yang mengalami kenaikan, itu bisa kita support juga menyesuaikan kondisi,” ungkapnya.
Ia berharap kehadiran GPM dan MDC dapat menjadi instrumen efektif dalam mengendalikan fluktuasi harga, sekaligus memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di Kota Tarakan.
“Intinya kita menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Kalau ada kenaikan harga, kita upayakan stabilisasi melalui kegiatan-kegiatan ini,” pungkas Wiwi. (rz)



