TARAKAN – Transformasi layanan pembayaran digital di Kota Tarakan terus dipercepat. Hal ini ditandai dengan diluncurkannya Grand Tarakan Mall (GTM) Siap QRIS Tap dan Pelabuhan Tengkayu I Siap QRIS, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan yang digelar di lantai 1 GTM ini dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Ir. Jamaluddin, Kepala Dinas Perhubungan Kaltara, H. Idham Chalid, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara, Wesky Putra Pratama, perbankan, pelaku usaha speedboat, serta para tenant GTM.
Deputi Kepala KPwBI Kaltara, Wesky Putra Pratama menyampaikan, QRIS Tap merupakan inovasi pembayaran terbaru Bank Indonesia yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC). Dengan ini, masyarakat cukup menempelkan (tap) smartphone untuk melakukan transaksi.
“QRIS Tap adalah inovasi sistem pembayaran yang dikembangkan Bank Indonesia sejak 2024 dengan teknologi NFC. Transaksinya sangat cepat, hanya 0,3 detik. Cukup dekatkan smartphone, dan pembayaran langsung selesai,” ujar Wesky.
Ia mengatakan QRIS Tap kini telah menjadi program nasional dan sudah tersedia di berbagai kota di Kalimantan dan beberapa pusat perbelanjaan besar, seperti Samarinda Central Plaza, Balikpapan Pentacity, dan Central Market Surabaya. Bank Indonesia menargetkan penggunaan QRIS Tap akan diperluas ke berbagai sektor di Kaltara untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital yang mudah, cepat, dan praktis.
Pada momen yang sama, BI juga meluncurkan Pelabuhan Tengkayu I Siap QRIS sebagai kelanjutan program DigiPort. “Pembelian tiket speedboat kini sudah bisa menggunakan QRIS. Ini akan mempercepat dan mempermudah pembayaran, serta meningkatkan layanan bagi penumpang,” jelas Wesky.
Ia menambahkan, layanan ini diharapkan menjadi standar baru bagi agen dan operator transportasi laut. Ke depan, lanjut Wesky, pelabuhan siap QRIS tidak berhenti di Tengkayu I saja, namun akan berlanjut ke pelabuhan lainnya di Kaltara. Meski begitu, Wesky menyebut, untuk saat ini implementasi QRIS Tap masih terbatas pada perangkat berbasis Android.
“Dan bahkan tengah menjajaki interkoneksi dengan moda transportasi lainnya,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Kota Tarakan, Ir. Jamaluddin dalam sambutannya mengatakan, Pemkot memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat.
“Transformasi digital dalam bidang pembayaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Implementasi QRIS, termasuk inovasi QRIS tanpa pindai ini, menjadi langkah penting membangun kota yang lebih modern dan adaptif,” ucap Jamaluddin.
Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi pembayaran di Pelabuhan Tengkayu I menjadi terobosan signifikan bagi sektor transportasi. “Sistem pembayaran digital di pelabuhan akan memudahkan pendatang maupun masyarakat lokal, serta meningkatkan efisiensi layanan. Ini adalah wujud kolaborasi nyata untuk menghadirkan layanan publik yang lebih baik,” tambahnya.
Pemkot Tarakan, menurutnya, berkomitmen melanjutkan upaya digitalisasi layanan sejalan dengan pembangunan kota cerdas. Jamaluddin juga mengajak masyarakat, pelaku usaha, dan pengelola layanan untuk memanfaatkan fasilitas pembayaran digital secara optimal.
“Kami mengajak semua pihak agar menggunakan teknologi ini sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat.” ujarnya.
Peluncuran QRIS Tap di GTM dan QRIS di Pelabuhan Tengkayu I menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara Pemkot Tarakan, Pemprov Kaltara, Bank Indonesia, perbankan, hingga pelaku usaha. Langkah ini diharapkan bukan hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mempercepat adaptasi masyarakat terhadap ekosistem digital yang lebih modern, efisien, dan inklusif. (rz)