PWI Nunukan

  • Gelar OKK, PWI Nunukan Tekankan Etika dan Kepatuhan Organisasi

    NUNUKAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) pada Sabtu 13 Desember 2025. Kegiatan ini digelar sebagai tahapan awal bagi wartawan yang akan bergabung menjadi anggota PWI Nunukan.

    Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Nunukan, Muhammad Wahyu, pelaksanaan OKK merupakan pintu masuk resmi bagi wartawan yang ingin menjadi bagian dari organisasi PWI. Orientasi ini, kata dia, tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga sarana pembekalan pemahaman tentang nilai, etika, serta aturan organisasi.

    “Tingginya antusiasme pendaftar menunjukkan masih besarnya minat wartawan untuk bernaung di PWI,” ujar Wahyu dalam sambutannya mewakili Ketua PWI Nunukan sekaligus mewakili sambutan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Nunukan.

    Ia menjelaskan, dari total 36 peserta yang mendaftarkan diri, sebanyak 22 peserta hadir dan mengikuti kegiatan OKK. Pelaksanaan OKK tersebut, lanjut Wahyu, sebelumnya telah dikoordinasikan dengan unsur pimpinan PWI Nunukan serta Sekretaris PWI Kalimantan Utara, Azwar, yang memberikan respons positif atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Wahyu turut mengingatkan para peserta agar memahami dan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di PWI, termasuk menjaga nama baik dan marwah organisasi.

    “PWI bukan alat untuk kepentingan pribadi. Setiap anggota wajib menjunjung tinggi etika jurnalistik dan aturan organisasi. Jika ada anggota yang melanggar, akan diberikan sanksi, mulai dari teguran, pencabutan kartu anggota PWI, hingga rekomendasi pencabutan kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke Dewan Pers,” tegasnya.

    Ia menambahkan, bagi pelanggaran berat, sanksi pidana dapat diberlakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal tersebut dimaksudkan sebagai efek jera agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan organisasi.

    Selain pembekalan organisasi, Wahyu juga menyampaikan motivasi kepada para peserta OKK terkait peran strategis PWI Nunukan ke depan, khususnya dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara Tahun 2026, di mana Kabupaten Nunukan ditetapkan sebagai tuan rumah.

    “Sebagai tuan rumah, kita tidak hanya dituntut sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga prestasi. Anggota PWI Nunukan harus mampu berkontribusi dan mengharumkan nama daerah,” katanya.

    Di akhir kegiatan, seluruh peserta OKK menandatangani surat pernyataan kesediaan mematuhi Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI di atas materai sebagai bentuk komitmen terhadap organisasi. (2ku)

  • PWI Nunukan Gelar Dialog Dengan DPRD Kaltara, Bahas Isu Strategis Perbatasan

    NUNUKAN – Lima Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dari daerah pemilihan (Dapil) Nunukan hadir dalam dialog publik bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan.

    Pertemuan yang berlangsung di Cafe Sayn, Rabu (17/9/2025) malam, ini menjadi ajang penting untuk membahas beragam isu strategis di wilayah perbatasan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara legislatif dan pers.

    Diskusi ini dihadiri oleh para politisi yang mewakili berbagai fraksi, termasuk H. Muhammad Nasir dan Ladullah dari PKS, Tamara Moriska dari Hanura, Arming dari PDI-P, serta Rismanto dari Nasdem.

    Kehadiran mereka menunjukkan komitmen para wakil rakyat untuk berinteraksi langsung dengan media.

    Wakil Ketua Bidang Cyber PWI Nunukan, Febrianus Felis, yang memimpin jalannya dialog, mengungkapkan bahwa ada belasan isu krusial yang diulas. Pembahasan ini berfokus pada tugas dan fungsi DPRD sebagai lembaga pengawasan.

    Menurut Felis, dialog ini bertujuan menjembatani komunikasi antara anggota dewan dan puluhan jurnalis yang hadir. Interaksi dua arah ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang utuh dan akurat bagi publik.

    Selain PWI Nunukan, pertemuan ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nunukan. Kehadiran mereka menambah cakupan representasi dari komunitas pers di Nunukan.

    Dewan Penasehat (DP) PWI Nunukan, Gazalba Tahir, menekankan pentingnya dialog ini untuk membangun kepercayaan publik terhadap kinerja DPRD. Ia menilai, dialog langsung memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendengarkan gagasan para wakilnya secara transparan.

    Gazalba juga menuturkan, dialog semacam ini menjadi kesempatan bagi wakil rakyat Dapil Nunukan untuk menyampaikan apa saja yang sudah mereka kerjakan demi kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa hasilnya akan disajikan oleh para jurnalis dalam bentuk berita melalui media masing-masing.

    “Dialog bersama PWI Nunukan ini bersifat dua arah. Hasil dialog, tentu akan disajikan rekan-rekan jurnalis dalam bentuk informasi atau berita melalui media masing-masing,” tegas Gazalba.

    Sementara itu, Anggota DPRD Kaltara, Tamara Moriska, menyampaikan pandangannya terkait interaksi antara anggota dewan dan media. Ia menilai, kerja-kerja legislator harus tersampaikan secara utuh kepada masyarakat.

    Menurut Tamara, pemenuhan hak masyarakat dalam memperoleh informasi seputar kinerja parlemen adalah hal yang penting. Ia menyebutkan, peran media dan jurnalis sangat dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut.

    Dialog publik ini awalnya dijadwalkan bersama 10 anggota DPRD Kaltara dari Dapil Nunukan. Namun, sebagian di antaranya berhalangan hadir.

    Kendati demikian, kehadiran lima anggota dewan tetap mencerminkan sikap transparansi informasi dan kesediaan berkolaborasi yang kuat antara wakil rakyat dan pers di Nunukan. 

Back to top button