SIWO PWI Nunukan

  • Panaskan Mesin Olahraga Menuju Porwada II Kaltara, PWI Tarakan Gelar Warta Sport

    TARAKAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tarakan mulai memanaskan persiapan menuju Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kaltara 2026 dengan menggelar ajang Warta Sport Pra-Porwada. Kegiatan yang bekerja sama dengan JOB Simenggaris ini menjadi wadah uji kemampuan sekaligus mempererat solidaritas antarjurnalis di Kota Tarakan.

    Ketua PWI Tarakan, Andi Muhammad Rizal mengapresiasi dukungan penuh dari JOB Simenggaris dalam menyukseskan pelaksanaan Warta Sport tersebut. Kegiatan ini akan mempertandingkan sejumlah cabang olahraga yang dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 22 Desember hingga 27 Desember 2025.

    “Porwada sebelumnya kami juara umum. Porwada selanjutnya wajib juara umum lagi,” tegas pria yang akrab disapa Ichal ini.

    Meski berorientasi prestasi, Ichal mengingatkan para peserta agar tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, ajang ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antar sesama wartawan. “Yang terpenting tetap sportif, karena ini juga ajang silaturahmi,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Tarakan, Hendi Rustandi menjelaskan, ada empat cabang olahraga yang dipertandingkan. Kegiatan ini akan dimulai dengan pembukaan acara di Gedung Olahraga (GOR) Naga Mas yang ditandai dengan pertandingan eksebisi padel.

    “Nanti ada futsal, badminton, domino, dan e-sport PES,” jelasnya.

    Selain empat cabang olahraga tersebut, panitia juga akan menggelar pertandingan ekshibisi olahraga Padel bersama JOB Simenggaris. Lebih lanjut, Hendi mengatakan, Warta Sport terbuka untuk seluruh wartawan di Tarakan, tidak terbatas hanya anggota PWI. Panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai dan trofi bagi para pemenang.

    “Kegiatan ini terbuka untuk seluruh jurnalis dan pekerja media. Agar kebersamaan terus terjalin,” pungkasnya. (rz)

  • Gelar OKK, PWI Nunukan Tekankan Etika dan Kepatuhan Organisasi

    NUNUKAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) pada Sabtu 13 Desember 2025. Kegiatan ini digelar sebagai tahapan awal bagi wartawan yang akan bergabung menjadi anggota PWI Nunukan.

    Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Nunukan, Muhammad Wahyu, pelaksanaan OKK merupakan pintu masuk resmi bagi wartawan yang ingin menjadi bagian dari organisasi PWI. Orientasi ini, kata dia, tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga sarana pembekalan pemahaman tentang nilai, etika, serta aturan organisasi.

    “Tingginya antusiasme pendaftar menunjukkan masih besarnya minat wartawan untuk bernaung di PWI,” ujar Wahyu dalam sambutannya mewakili Ketua PWI Nunukan sekaligus mewakili sambutan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Nunukan.

    Ia menjelaskan, dari total 36 peserta yang mendaftarkan diri, sebanyak 22 peserta hadir dan mengikuti kegiatan OKK. Pelaksanaan OKK tersebut, lanjut Wahyu, sebelumnya telah dikoordinasikan dengan unsur pimpinan PWI Nunukan serta Sekretaris PWI Kalimantan Utara, Azwar, yang memberikan respons positif atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

    Wahyu turut mengingatkan para peserta agar memahami dan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku di PWI, termasuk menjaga nama baik dan marwah organisasi.

    “PWI bukan alat untuk kepentingan pribadi. Setiap anggota wajib menjunjung tinggi etika jurnalistik dan aturan organisasi. Jika ada anggota yang melanggar, akan diberikan sanksi, mulai dari teguran, pencabutan kartu anggota PWI, hingga rekomendasi pencabutan kartu Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke Dewan Pers,” tegasnya.

    Ia menambahkan, bagi pelanggaran berat, sanksi pidana dapat diberlakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal tersebut dimaksudkan sebagai efek jera agar tidak ada pihak yang menyalahgunakan organisasi.

    Selain pembekalan organisasi, Wahyu juga menyampaikan motivasi kepada para peserta OKK terkait peran strategis PWI Nunukan ke depan, khususnya dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara Tahun 2026, di mana Kabupaten Nunukan ditetapkan sebagai tuan rumah.

    “Sebagai tuan rumah, kita tidak hanya dituntut sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga prestasi. Anggota PWI Nunukan harus mampu berkontribusi dan mengharumkan nama daerah,” katanya.

    Di akhir kegiatan, seluruh peserta OKK menandatangani surat pernyataan kesediaan mematuhi Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI di atas materai sebagai bentuk komitmen terhadap organisasi. (2ku)

  • SIWO PWI Nunukan Tuntaskan Pra Porwada II, Kadisbudporapar Apresiasi Laporan Pertanggungjawaban

    NUNUKAN – Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nunukan telah berhasil merampungkan program strategis Pra Porwada II yang terlaksana di September dan Oktober 2025.

    Ketua SIWO PWI Nunukan, Alamsyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pra Porwada II ini berfungsi ganda: menyeleksi komposisi tim terbaik yang akan berlaga di Porwada II Kaltara 2026, sekaligus menjadi sarana penting untuk mengukur dan mengevaluasi kesiapan Nunukan sebagai tuan rumah.

    “Kami telah menguji berbagai venue olahraga, untuk nanti ditentukan akan menggunakan fasilitas yang mana,” ujar Alamsyah.

    Alamsyah menambahkan, Pra Porwada II yang mempertandingkan cabor seperti Billiar, Bulutangkis, Domino, Karya Jurnalistik dan Fotografi Jurnalistik ini menunjukkan komitmen tim dalam mengejar prestasi.

    “Target kami jelas, meraih medali emas di Porwada II Kaltara 2026, dan kegiatan ini menjadi langkah awal pematangan soliditas dan mental bertanding,” tegasnya.

    Di sisi lain, Kepala Disbudporapar Nunukan, Abdul Halid ST, mengapresiasi kinerja SIWO PWI Nunukan, terutama terkait kelancaran administrasi hibah. “Terima kasih dari Seksi Wartawan Olahraga yang telah menyerahkan dokumen pertanggungjawabannya,” kata Abdul Halid saat menerima dokumen laporan tersebut.

    Abdul Halid menekankan bahwa kelengkapan dokumen LPJ sangat krusial untuk keberlanjutan dukungan pemerintah daerah. “Dokumen itu kita koreksi, mungkin ada kekurangan, ada kesalahan untuk nanti akan kami kembalikan untuk diperbaiki mana-mana yang harus diperbaiki,” jelasnya.

    Menurut Abdul Halid, ketertiban dalam pertanggungjawaban dana hibah menunjukkan profesionalitas organisasi. Ia berharap, melalui pengecekan dokumen yang teliti, penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya.

    Program Pra Porwada ini memiliki bobot penting mengingat Porwada II Kaltara 2026 adalah babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Oleh karena itu, uji kesiapan atlet dan kelancaran administrasi merupakan dua pilar yang harus berjalan seiring.

    Abdul Halid menutup, “Sekali lagi, terima kasih atas partisipasinya dan juga istilahnya atas tanggung jawabnya lah untuk menyampaikan laporan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh SIWO. Terima kasih.”

    Pernyataan ini menegaskan apresiasi Pemkab Nunukan terhadap tanggung jawab SIWO PWI dalam memanfaatkan hibah daerah. (1ku)

  • Memahami Peran Penting Pra Porwada II Kaltara

    NUNUKAN – Penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Nunukan yang baru saja usai (5/10/2025) memberikan pelajaran penting mengenai peran organisasi profesi dan persiapan daerah menuju ajang besar.

    Kegiatan ini bukan hanya ajang pemanasan, melainkan sebuah simulasi komprehensif dan modal evaluasi krusial bagi Nunukan sebagai calon tuan rumah Porwada II Kaltara pada 2026.

    Pra Porwada berperan sebagai uji kelayakan (test run) bagi panitia lokal dalam mengelola berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari logistik, pengaturan jadwal pertandingan, hingga koordinasi antarinstansi—seperti dengan Pemkab Nunukan, KONI, dan Lapas Kelas IIB Nunukan.

    “Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan, KONI Nunukan, Lapas Kelas IIB Nunukan, panitia, dan seluruh atlet yang sudah bekerja keras sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik. Semua berjalan lancar berkat kerja sama dan kekompakan kita semua,” ujar Alamsyah.

    Sebagaimana disampaikan oleh Ketua SIWO PWI Nunukan, Alamsyah, kegiatan ini menjadi modal berharga untuk melakukan evaluasi mendalam. Ini menunjukkan prinsip manajemen acara yang baik: mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam persiapan infrastruktur dan sumber daya manusia sebelum menghadapi tantangan sebagai tuan rumah penuh di tahun 2026.

    Ia menegaskan, penyelenggaraan Pra Porwada di Nunukan merupakan modal berharga dalam menyongsong Porwada II Kaltara yang akan digelar pada 2026 mendatang.

    “Tentu sebagai tuan rumah, kita akan melakukan evaluasi dari apa yang sudah terlaksana. Persiapan di cabang olahraga lain juga akan terus dimaksimalkan agar Nunukan bisa tampil sebagai tuan rumah yang baik dan berkesan pada Porwada mendatang,” tegasnya.

    Ajang ini memberikan gambaran jelas mengenai peta kekuatan atlet wartawan dan mengukur potensi atlet serta memperkuat profesionalisme.

    Penyertaan lomba Jurnalistik dan Fotografi dalam event ini menggarisbawahi pentingnya menjaga kompetensi inti profesi, menunjukkan bahwa wartawan harus unggul tidak hanya dalam sportivitas fisik, tetapi juga dalam kualitas karya jurnalistik mereka.

    Para pemenang di setiap cabang menjadi aset berharga yang akan dimaksimalkan untuk kontingen Nunukan pada Porwada mendatang.

    Berikut adalah daftar lengkap para pemenang dalam ajang Pra Porwada II Kaltara di Nunukan:

    Cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup:

    • Olahraga Fisik (Kebugaran): Biliar dan Bulu Tangkis.
    • Olahraga Rekreasi (Strategi dan Kekompakan): Domino.
    • Kompetisi Profesi (Jurnalisme Inti): Lomba Jurnalistik dan Fotografi.

    Penyertaan lomba Jurnalistik dan Fotografi dalam event olahraga wartawan menunjukkan pentingnya menjaga kompetensi inti profesi. Hal ini menggarisbawahi bahwa wartawan harus unggul tidak hanya dalam sportivitas fisik, tetapi juga dalam kualitas karya jurnalistik mereka.

    Berikut adalah daftar lengkap para pemenang dalam ajang Pra Porwada II Kaltara di Nunukan:

    Lomba Biliar

    • ​Juara I: Diansyah
    • ​Juara II: Xena
    • ​Juara III: Hasanuddin

    Lomba Bulu Tangkis Tunggal Putra

    • ​Juara I: Saharuddin
    • ​Juara II: Marthin
    • ​Juara III: Pang Ola/Ilham

    Lomba Bulu Tangkis Ganda Putra

    • ​Juara I: Soni/Tirta
    • ​Juara II: Rio/Yudha
    • ​Juara III: Riki/Dimas

    Lomba Bulu Tangkis Ganda Campuran

    • ​Juara I: Erik/Xena
    • ​Juara II: Tirta/Norasima
    • ​Juara III: Ola/Isnaini

    Lomba Domino

    • ​Juara I: Soni/Rusdi
    • ​Juara II: Asrullah/Ad
    • ​Juara III: Wahyu/Riki

    Lomba Jurnalistik

    • ​Juara I: Budi Anshori
    • ​Juara II: Asrullah
    • ​Juara III: Adharsyah

    Lomba Fotografi

    • ​Juara I: Riko Aditya Wardana
    • ​Juara II: Adharsyah
    • ​Juara III: Taufik

    ​Dengan berakhirnya rangkaian Pra Porwada II Kaltara, fokus Nunukan kini beralih pada pemantapan strategi dan persiapan di cabang olahraga lain untuk memastikan mereka tampil sebagai tuan rumah yang sukses sekaligus kontingen yang berprestasi di tahun 2026. (prabu)

  • Alamsyah Fokus Sukseskan PORWADA II Kaltara

    NUNUKAN – Di tengah dorongan agar maju sebagai calon Ketua KONI Nunukan, Ketua SIWO PWI Kabupaten Nunukan, Alamsyah, memilih fokus menyukseskan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (PORWADA) II Kalimantan Utara tahun 2026. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai tuan rumah adalah prioritas utama yang harus dijalankan secara maksimal.

    Penetapan Nunukan sebagai tuan rumah PORWADA II dilakukan dalam Rakerda SIWO PWI Kaltara. Sejak itu, Alamsyah langsung mengambil komitmen penuh untuk mempersiapkan penyelenggaraan yang tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga bermakna secara organisasi dan pembinaan atlet wartawan.

    Menurutnya, PORWADA bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum edukatif untuk membangun sportivitas, solidaritas, dan profesionalitas di kalangan jurnalis. Ia ingin wartawan tampil sebagai figur publik yang sehat, produktif, dan berintegritas, baik di lapangan maupun dalam pemberitaan.

    Alamsyah dan tim SIWO PWI Nunukan kini mulai mempersiapkan atlet dari sisi fisik dan mental. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar wartawan-atlet mampu bersaing secara sehat dan membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.

    Di tengah euforia politik olahraga, Alamsyah memilih menyelesaikan masa jabatannya sesuai periodesasi. Ia menolak ambisi instan dan menegaskan bahwa kepemimpinan harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh, bukan sekadar mengejar posisi baru.

    Baginya, organisasi harus ditinggalkan dalam kondisi siap dan stabil. Ia tidak ingin meninggalkan beban atau ketidaksiapan kepada pengurus berikutnya, terutama menjelang event besar seperti PORWADA II yang membutuhkan konsolidasi dan kerja tim.

    “Saya percaya, seorang pemimpin sejati harus menyelesaikan tugasnya dengan tuntas sebelum melangkah ke tanggung jawab yang lebih besar,” tegasnya. Sikap ini mencerminkan kedewasaan berpikir dan komitmen terhadap proses organisasi yang sehat.

    Alamsyah juga berharap agar Musorkab KONI Nunukan berjalan demokratis dan menghasilkan pemimpin yang mampu memersatukan semua cabang olahraga. Ia menolak adanya sekat-sekat kelompok dan mendorong sinergi lintas cabang demi kemajuan bersama.

    Menurutnya, KONI bukan sekadar wadah administratif, tetapi ruang kolaboratif yang harus memberi perhatian merata kepada semua cabang olahraga, termasuk yang selama ini kurang dikenal. Popularitas bukan satu-satunya ukuran, potensi harus digali dari semua sisi.

    Nunukan memiliki potensi besar di bidang olahraga, baik dari sisi sumber daya manusia maupun semangat komunitas. Namun, potensi ini hanya bisa berkembang jika dipimpin oleh figur yang visioner, inklusif, dan mampu menggerakkan seluruh elemen.

    Alamsyah menutup pernyataannya dengan harapan agar siapapun yang terpilih nanti mampu menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan KONI sebagai rumah besar olahraga Nunukan. Ia sendiri tetap berkomitmen menyelesaikan amanahnya di SIWO hingga tuntas.

    Sikap Alamsyah menjadi pelajaran penting bagi dunia olahraga dan organisasi: bahwa kepemimpinan bukan soal ambisi pribadi, melainkan soal tanggung jawab, proses, dan keberlanjutan. Sebuah contoh nyata bahwa integritas lebih penting daripada posisi. (prabu)

Back to top button