INTERNASIONALNASIONALSATU BORNEO

Melaut di Perairan Malaysia, 3 WNI Ditahan Petugas Maritim Tawau

TAWAU – Petugas keamanan laut Malaysia dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia Zon Maritim Tawau berhasil menghentikan aktivitas tugboat (kapal tunda) yang diduga tidak mematuhi aturan kelautan di Malaysia. Pelanggaran mereka diketahui setelah nakhoda dan kru kapal yang diduga berkewarganegaraan Indonesia tidak memiliki lisensi serta diketahui tidak melaporkan adanya pertukaran nakhoda saat beraktivitas.

Wakil Direktur Operasi Wilayah Maritim Tawau, Komandan Maritim Norihan bin Ngah mengatakan, tugboat tersebut diamankan kapal penjaga wilayah Maritim Malaysia yang menjalankan Operasi Pluto Timur, Operasi Sejahtera dan Operasi Tiris. Ketiga tim ini berhasil mendeteksi, kemudian memeriksa tugboat tersebut di sekitar perairan Tawau sekira pukul 20.30 Wita, pada Minggu (18/1/2026) malam.

Norihan melanjutkan, pemeriksaan awal tugboat tersebut dilakukan pada jarak 0,5 mil laut sebelah selatan Kampung Muhibbah, Tawau. Tim ini kemudian menemukan 3 orang pria yang diketahui berkewarganegaraan Indonesia (WNI). Pria pertama berusia 55 tahun bertugas sebagai kapten kapal dengan dua awak kapal berusia 53 dan 54 tahun yang juga berstatus WNI.

“Pemeriksaan dokumentasi bot tersebut telah mendapati juragan dan kedua-dua kru tidak mempunyai daftar nama pada lesen (izin), tidak mempunyai sijil (sertifikat/ijazah) kompentensi serta gagal memaklumkan pertukaran nakhoda,” ungkap Norihan dalam siaran persnya yang disampaikan kepada awak media di Tawau melalui dakwatrakyat.com yang bekerjasama dengan satukaltara.com.

Izin tugboat tersebut kemudian ditahan bersama juragan dan kru kapal. Mereka kemudian digelandang ke dermaga Zona Maritim, Tawau. Selanjutnya diserahkan ke petugas penyidik ​​Maritim Malaysia untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut lantaran diduga melanggar Merchant Shipping Ordinance 1952 (MSO 1952) terkait ketentuan lisensi.

“Lesen (izin) bot (kapal) tersebut seterusnya ditahan bersama juragan dan dibawa ke Jeti (dermaga) Zon Maritim Tawau untuk diserahkan kepada pegawai penyiasat Maritim Malaysia,” katanya.

Norihan kemudian menegaskan, pihaknya tidak akan berkompromi pada pihak mana pun melanggar aturan kelautan Malaysia, sekalipun hal itu adalah pelanggaran ringan.

“Pemilik dan pengendali bot (kapal) dinasihatkan (disarankan) supaya sentiasa peka dan mematuhi syarat lesen (izin) yang telah ditetapkan bagi mengelakkan tindakan penguatkuasaan,” tegasnya.

Norihan juga menekankan, pihaknya akan terus memperkuat penegakan hukum dan mengoptimalkan operasi di laut untuk memerangi aktivitas ilegal hukum di Zona Maritim Malaysia, khususnya di perairan Sabah Timur (ZONA ESS).

“Orang ramai yang mempunyai maklumat (informasi) berkaitan sebarang salah laku jenayah (kejahatan) di perairan Tawau diminta menyalurkannya ke Pusat Operasi Zon Maritim Tawau,” tutup Norihan dalam rilis tersebut. (2ku)

Berikan komentarmu!
Show More
Back to top button