Bertemu di Perairan Sebatik, Polda Kaltara dan Polis Marin Malaysia Bahas Isu Perbatasan
NUNUKAN – Sinergitas internasional dalam menjaga keamanan laut bersama negara tetangga kembali ditunjukkan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kaltara. Komitmen ini terpantau saat pasukan yang tergabung di Ditpolairud menggelar pertemuan resmi (rendezvous) bersama Pasukan Polis Marin (PPM) Wilayah 4 Sabah, Malaysia pada Rabu (22/4/2026) lalu.
Pertemuan bilateral di tengah laut ini berlangsung di perairan perbatasan Indonesia–Malaysia, tepatnya di titik koordinat Lat 04°09.53’ N – Long 117°55.48’ E (Burst Point). Saat itu, delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Dirpolairud Polda Kaltara, Kombes Pol Tidar Wulung Dahono, S.H, S.I.K., M.H., didampingi Penata Kebijakan Kapolri Madya Itwasda Polda Kaltara, Kombes Pol Andreas Susanto Nugroho, serta jajaran PJU Ditpolairud. Sementara, delegasi Malaysia dipimpin oleh Komander PPM Wilayah 4 Sabah, ACP Ahmad Amri Bin Abd Rahman.
Berdasarkan informasi yang didapatkan media ini, pertemuan tersebut berlangsung hangat di atas Kapal Polisi (KP) Dewaji Abiyasa XXXIV-2009. Mereka fokus membahas sejumlah poin krusial, di antaranya penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) kerja sama, peningkatan operasional di perbatasan, hingga isu sensitif mengenai penanganan nelayan tradisional.
Dirpolairud Polda Kaltara, Kombes Pol Tidar Wulung Dahono menekankan, kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata menjaga stabilitas kawasan.
”Kegiatan ini adalah rutinitas yang bermakna. Kami berkomitmen meningkatkan edukasi kepada komunitas nelayan lokal mengenai batas maritim internasional untuk meminimalisir pelanggaran wilayah yang tidak disengaja (unintentional border crossing),” ungkap Tidar.
Ia juga menambahkan, Ditpolairud siap menjadi mediator bagi kedua negara untuk mencari solusi terbaik terkait pengamanan nelayan oleh pihak Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Selain masalah perbatasan, pertemuan ini juga menyoroti atensi pimpinan Polri terkait pemberantasan tindak pidana narkotika serta penyalahgunaan BBM dan gas di wilayah perbatasan.
Gayung bersambut, pihak Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) dan Cawangan Khas Intelijen dari pihak Malaysia juga mendorong penguatan komunikasi melalui Border Trade National Liaison Officer (BTNCLO) untuk mencegah peredaran narkoba dan ancaman terorisme antarnegara. Komitmen ini juga didukung penuh Acting Konsulat RI Tawau, Dino Nurwahyudin yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut.
”Konsulat siap bertindak sebagai fasilitator agar kerja sama teknis di lapangan selaras dengan kebijakan luar negeri yang mengedepankan hubungan baik bertetangga,” tegas Dino.
Acara ini baru berakhir sekira pukul 11.30 Wita dengan pertukaran plakat dan cenderamata sebagai simbol persahabatan kedua instansi kepolisian perairan. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan koordinasi di wilayah perbatasan Kaltara dan Sabah semakin solid, aman, dan kondusif. (2ku)


