TARAKAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan akhirnya memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi kewaspadaan dini kasus Avian Influenza yang sempat memicu keresahan di masyarakat.
Dinkes menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus penularan flu burung pada manusia, termasuk di Tarakan.
Klarifikasi tersebut disampaikan melalui surat resmi bernomor 400.7.7.1/828/DINKES/2026 tertanggal 22 April 2026.
Dinkes menjelaskan, surat itu sejatinya ditujukan khusus kepada seluruh kepala puskesmas sebagai langkah peningkatan kewaspadaan dini, bukan untuk konsumsi publik.
Kepala Dinkes Kota Tarakan, Devi Ika Indriarti menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap isu yang berkembang. “Avian influenza memang memiliki potensi menular ke manusia, namun sampai saat ini belum ada kasus yang ditemukan di Tarakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kewaspadaan dini merupakan prosedur standar dalam sistem kesehatan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk, bukan menandakan adanya kejadian luar biasa di lapangan.
Dinkes juga memastikan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk mengonsumsi daging ayam. Namun demikian, warga tetap diimbau untuk memperhatikan aspek keamanan pangan.
“Silakan tetap mengonsumsi daging ayam seperti biasa, asalkan dalam kondisi sehat dan dimasak hingga matang sempurna,” tambahnya.
Devi menyayangkan beredarnya surat internal tersebut ke publik yang justru memicu kesalahpahaman. Menurutnya, informasi yang tidak disampaikan secara utuh berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
“Surat itu sebenarnya untuk internal sebagai langkah kewaspadaan. Namun karena tersebar luas tanpa penjelasan, akhirnya menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” jelasnya.
Dinkes pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu kesehatan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak panik, tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Dinkes berharap situasi tetap kondusif dan masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumber serta kebenarannya. (rz)


