KALTARAEKONOMITARAKAN

KaShafa 2026 Digelar, BI Bidik Transaksi Ekonomi Syariah Rp 3 Miliar

TARAKAN – Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Kalimantan Utara (Kaltara) terus diperkuat melalui penyelenggaraan Kaltara Sharia Festival (KaShafa) 2026. Kegiatan yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026.

Kepala KPwBI Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik menegaskan, ekonomi syariah kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang potensial di daerah. Menurutnya, posisi Indonesia yang menempati peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah berdasarkan laporan SGIE 2025 menjadi bukti kuat besarnya peluang sektor tersebut.

“Ekonomi syariah memiliki peran strategis sebagai new source of growth. Hal ini sejalan dengan capaian Indonesia yang menempati peringkat ke-3 global dalam pengembangan ekonomi syariah,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan ekonomi syariah di Kaltara menunjukkan tren positif, baik dari sisi pelaku usaha maupun pembiayaan. Jumlah UMKM tersertifikasi halal meningkat 64 persen secara tahunan, sementara pembiayaan perbankan syariah tumbuh 12,93 persen sepanjang 2025.
“Ini menjadi indikator kuat bahwa fondasi ekonomi syariah semakin kokoh,” jelasnya.

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is menyampaikan bahwa KaShafa menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan daerah.

“Kalimantan Utara memiliki potensi besar untuk tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi nasional, khususnya di kawasan perbatasan,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendorong penguatan ekonomi syariah melalui pengembangan industri halal, peningkatan literasi keuangan syariah, serta percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha. Upaya itu dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Agama, BPJPH, dan Bank Indonesia melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Mengusung tema “Penguatan Halal Value Chain untuk Mendukung Ekonomi Syariah di Kalimantan Utara”, KaShafa 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM halal, seminar ekonomi dan pembiayaan syariah, talkshow literasi keuangan, hingga pelatihan jaminan halal serta penghimpunan wakaf produktif.

Puluhan pelaku UMKM turut dilibatkan dalam kegiatan ini dengan harapan mampu memperluas akses pasar hingga tingkat nasional maupun internasional.
Melalui KaShafa 2026, Bank Indonesia bersama seluruh pemangku kepentingan menargetkan peningkatan nilai transaksi ekonomi syariah di Kaltara mencapai Rp3 miliar, naik dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp2,60 miliar. (rz)

Show More
Back to top button