Mau Ikut Fun Run di Sebatik, 12 Warga Negara Malaysia Ditangkap Imigrasi
NUNUKAN – Aksi nekat 12 warga Malaysia yang menyusup ke Indonesia lewat jalur tikus demi ikut ajang Fun Run 5K di Sebatik berakhir di tangan petugas Imigrasi Nunukan. Mereka diciduk di hotel hingga lokasi acara saat bersiap mengikuti lomba lari santai tersebut.
Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Kasi Inteldakim) Kantor Imigrasi Nunukan, Fredy membenarkan penangkapan tersebut. Dari total 12 orang yang diamankan, terdiri dari tujuh laki-laki dan lima perempuan.
“Sepuluh orang kami amankan di Hotel City pada Sabtu malam. Sementara dua lainnya kami amankan di venue saat siap ikut lari santai,” ujar Fredy saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Hasil pemeriksaan sementara, lima orang di antaranya memiliki paspor, sedangkan sisanya tidak membawa dokumen perjalanan resmi. Meski sebagian memiliki paspor, seluruh rombongan tetap dianggap melanggar aturan karena masuk ke Indonesia tanpa melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI).
Menurut Fredy, rombongan tersebut merupakan komunitas pecinta olahraga lari yang tertarik mengikuti Fun Run 5K Sebatik setelah melihat promosi kegiatan melalui media sosial.
“Mereka mengaku memilih jalur ilegal karena ingin menghemat waktu dan tenaga agar bisa beristirahat sebelum kegiatan,” katanya.
Ia menjelaskan, jika melalui jalur resmi, para peserta harus menempuh rute Tawau-Malaysia ke Nunukan, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat ke Sebatik. “Apapun alasannya, mereka masuk Indonesia secara ilegal, sehingga kami lakukan detensi untuk penyelidikan lebih lanjut,” tegasnya.
Saat ini seluruh warga Malaysia tersebut ditempatkan di ruang detensi Imigrasi Nunukan, dengan pemisahan antara laki-laki dan perempuan. Imigrasi juga akan berkoordinasi dengan perwakilan Malaysia di Pontianak untuk proses verifikasi kewarganegaraan serta penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).
“Yang punya paspor akan segera dideportasi. Yang tidak punya dokumen, datanya kami kirim dulu untuk verifikasi sebelum tindakan deportasi,” jelas Fredy.
Sementara itu, Koordinator Fun Run 5K 2026 Sebatik, Kahar, menegaskan panitia sejak awal sudah berkoordinasi dengan Imigrasi terkait kemungkinan peserta dari Malaysia.
“Kami sudah sampaikan kepada peserta luar negeri agar masuk lewat jalur resmi karena ini kegiatan olahraga dan harus sesuai aturan,” singkatnya. (sym)


