Bahas Isu Sebatik, Oposisi di Parlemen Sabah Pertanyakan Transparansi dan Aturan
KOTA KINABALU – Masalah kedaulatan di perbatasan Pulau Sebatik perlu dibahas lebih detail di tingkat Dewan Undangan Negeri (DUN) atau di meja parlemen Sabah. Hal ini ditegaskan pemimpin oposisi yang juga wakil rakyat wilayah Senallang, Datuk Seri Mohd Shafie Apdal saat membahas persoalan ini di Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia.
Pembahasan tersebut, kata dia, sangat penting dilakukan untuk memastikan masalah perbatasan dan kedaulatan negara dapat diselesaikan secara transparan dan berdasarkan aturan. Keresahan Shafie itu dinilai cukup beralasan melihat perannya yang juga wakil rakyat.
“Yang Berhormat selaku Menteri mengumumkan 100 lebih hektar tanah (beralih ke Indonesia). Telah pun dibagi dan ini kebimbangan saya, Datuk Seri, dari segi kedaulatan undang-undang yang ada,” katanya seperti yang wartakan media di sana melalui Satu Borneo.
Shafie juga menyatakan kekhawatirannya terhadap penerapan kebijakan yang diduga tidak melibatkan wakil rakyat di sana. Ditambah lagi, ada dugaan wakil rakyat di sana tidak dilibatkan dalam penentuan keputusan terkait perbatasan.
“Kalau kita selaku penggubal dasar (pengambil kebijakan). Penggubal (pembuat) undang-undang di Dewan Undangan Negeri (parlemen), di Dewan Rakyat ini, tidak menghormati perlembagaan, maka saya bimbang,” katanya.
“Ya, bagaimana pelanggaran ini bisa dideteksi? Oleh karena itu penting bagi kita untuk memastikan transparansi yang ada agar undang-undang ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.
MINTA BUKA DATA PELUANG KERJA
Dalam kesempatan yang sama, Shafie juga mengingatkan perlunya pemerintah memberikan data yang jelas terkait peluang kerja bagi warga lokal Sabah. Termasuk pula meminta kerjaan untuk membuka peluang kerja kepada muda tempatan.
Data dan peluang kerja ini penting, kata dia, untuk mengindari migrasi pekerja muda ke luar negeri. Dia juga menekankan kebijakan ketenagakerjaan perlu diformulasi lebih komprehensif dan berdasarkan data sehingga peluang kerja warga lokal tetap terjaga. (2ku)