KALTARAEKONOMITARAKAN

Inflasi Kaltara Terkendali di Tengah Gejolak Global

TARAKAN – Kinerja ekonomi Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren positif pada awal kuartal II 2026. Laju inflasi April 2026 tercatat melandai signifikan menjadi 0,02 persen secara bulanan (month to month/mtm), jauh lebih rendah dibandingkan Maret yang mencapai 0,57 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kaltara, Hasiando Ginsar Manik mengatakan, kondisi tersebut mencerminkan stabilitas harga yang semakin terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

“Inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,02 persen (mtm), turun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Tekanan inflasi terutama berasal dari sektor transportasi,” ujar Hasiando, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan, kenaikan tarif angkutan udara dan laut menjadi penyumbang utama inflasi. Kondisi itu dipicu meningkatnya biaya operasional akibat naiknya harga avtur dunia serta terbatasnya frekuensi penerbangan pada sejumlah rute.

Selain sektor transportasi, beberapa komoditas pangan seperti tomat sayur dan bawang merah juga mengalami kenaikan harga. Hal itu dipengaruhi terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi di Sulawesi yang terdampak cuaca kurang kondusif.

Meski demikian, tekanan inflasi berhasil ditekan oleh terjadinya deflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, terutama akibat turunnya harga emas perhiasan.

“Penurunan harga emas seiring koreksi harga global menjadi faktor utama yang menahan laju inflasi,” jelasnya.

Normalisasi harga pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri juga ikut menopang stabilitas harga. Komoditas seperti cabai rawit dan daging ayam ras tercatat mengalami penurunan harga seiring distribusi yang kembali lancar dan pola konsumsi masyarakat yang mulai stabil.

Secara wilayah, perkembangan inflasi di Kaltara menunjukkan variasi. Tanjung Selor mencatat inflasi sebesar 0,23 persen (mtm), disusul Nunukan 0,04 persen (mtm). Sementara Kota Tarakan justru mengalami deflasi sebesar 0,06 persen (mtm).

Adapun secara tahunan, inflasi gabungan tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kaltara berada di angka 2,68 persen (year on year/yoy), masih berada dalam rentang target nasional.

Di tengah fluktuasi harga, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada di level 124,01 atau masuk kategori optimistis.

“Tingginya optimisme didorong oleh konsumsi masyarakat yang tetap kuat, serta adanya berbagai event pemerintah dan kegiatan strategis daerah yang mampu menjaga perputaran ekonomi,” pungkas Hasiando. (rz)

Back to top button