KALTARATARAKAN

Diduga Tercemar Oli Bekas, Intake Kampung Bugis Ditutup Sementara

TARAKAN – Dugaan pencemaran limbah oli bekas di Sungai Kampung Bugis membuat Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan menghentikan sementara pengambilan air baku dari intake Kampung Bugis sejak Jumat (8/5/2026) sore. Petugas gabungan juga telah mengambil sampel air untuk uji laboratorium.

Manajer Produksi Perumda Air Minum Tirta Alam Tarakan Sunarto mengatakan, cairan menyerupai oli terlihat mengalir ke intake sekitar pukul 18.07 Wita. Untuk mencegah limbah masuk ke sistem produksi, pintu air langsung dibuka.

“Begitu terlihat saya langsung instruksikan buka pintu air supaya limbahnya lewat terus. Alhamdulillah tidak sempat masuk ke proses produksi air,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, oli bekas diduga termasuk limbah B3 sehingga intake masih ditutup sambil menunggu hasil laboratorium. Penutupan ini berdampak pada sekitar seribuan pelanggan di Tarakan Barat dan sebagian Tarakan Tengah dengan gangguan distribusi air bersih.

“Kami tetap produksi menggunakan sumber air dari Rawasari, tetapi debit di wilayah jauh mengecil,” jelasnya.

Sunarto menyebut volume limbah kali ini jauh lebih besar dibanding kejadian sebelumnya. Hingga Sabtu pagi, petugas masih menemukan sisa oli di rumput dan pinggiran sungai.

Terkait sumber limbah, polisi disebut telah mengamankan terduga pelaku. Dari informasi yang dihimpun, terdapat enam drum oli di lokasi yang diduga menjadi sumber pencemaran.

Sementara itu, Kepala DLH Tarakan, Andry Rawung mengatakan, pihaknya membantu kepolisian dalam pengambilan sampel air di lokasi tercemar.

“Untuk uji laboratorium ditangani pihak Polres, kami membantu proses pengambilan sampel,” pungkasnya. (rz)

Back to top button