INTERNASIONALKALTARA

Sudah Diteken, Dino Nurwahyudin Sebut Kerja Sama Media Kaltara – Sabah Buka Banyak Peluang

TAWAU – Sejumlah harapan disampaikan Acting Konsulat RI Tawau Dino Nurwahyudin usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) 4 perusahaan media dua negara, Indonesia Malaysia di Aula Nusantara Konsulat RI Tawau, Lorong Megah Jaya 10, Jalan Tiku KM 8, Tawau sekira pukul 15.00 Wita, Sabtu (9/5/2026). Dino menyebut, kerja sama ini akan membuka lebih banyak interaksi, mulai dari persoalan sosial hingga ekonomi yang sudah terjalin sejak lama.

“Itu (hubungan sejak lama) bisa semakin diberitakan, sehingga apa-apa, peluang-peluang kerjasama bidang apapun, termasuk ekonomi, itu akan diketahui secara lebih terbuka oleh masyarakat di kedua negara,” ungkap Dino.

Lebih jauh dijelaskan Dino, media di era modern saat ini memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk informasi yang sehat. Apalagi, informasi tersebut berasal dua negara yang punya keterkaitan erat, baik dari sisi sejarah dan kebutuhan masyarakatnya.

“Pers adalah pilar ke empat demokrasi, di luar struktur formal negara; eksekutif, indikatif, dan legislatif. Peran media ini menjadi lebih penting lagi dan sangat strategis di daerah sekarang,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara penandatanganan kerja sama (MoU) antara PT Wira Nuswantara Actadiurna yang menaungi media satukaltara.com bersama sejumlah perusahaan media di Sabah dalam bingkai Satu Borneo di Kantor Konsulat RI Tawau, Sabah, Malaysia, sekira pukul 14.00 Wita, Sabtu 9 Mei 2026.

Sebagaimana diketahui, lanjut Dino, saat ini kemajuan informasi teknologi juga sudah sangat berkembang. Sehingga media resmi saat ini memiliki banyak saingan yang umumnya dikelola oleh perorangan dan memanfaatkan media sosial, seperti TikTok, Instagram, Facebook dan lainnya sebagai alat penyampai informasi.

“Bahkan saat ini kita harus akui, rakyat itu, masyarakat sekarang lebih suka melihat TikTok, Facebook, Instagram dibandingkan media-media mainstream. Nah di situlah tantangan dari rekan-rekan media saat ini,” katanya.

Media-media sosial ini kemudian melegalkan banyak cara untuk memberikan informasi  tanpa menghormati kode etik. “Karena mereka tidak ada semacam kode etik, (tidak ada) tanggung jawab moral, dan sebagainya. Sehingga sering sekali kita perhatikan (berita media sosial) dalam kegiatan apa (isinya) dalam tampilan atau (berita) upload-nya di TikTok itu, berita itu tidak berkenaan (tidak sesuai), bahkan cenderung tendensius,” paparnya lebih lanjut.

Karena itulah, imbuh Dino, kerja sama ini diharapkan menjadi benteng kedua negara dalam melawan berita-berita yang sumbernya sangat tidak valid. Yang memanfaatkan media sosial, tambah Dino, umumnya untuk tujuan komersial. Dimulai dengan bertambahnya follower, kemudian mendapatkan uang dari setiap konten yang dibagikan.

“Sehingga tujuannya sudah tidak lagi utuh sebagai pilar ke empat demokrasi,” tutupnya.

Dalam acara penandatanganan MoU ini, Direktur PT Wira Nuswantara Actadiurna (satukaltara.com),  Pengarah Misi Faza Sdn Bhd (sabahnewstoday.net), Tuntas Media Sdn Bhd (deasoka.com) dan Sri Melati Media Sdn Bhd (dakwatrakyat.com) hadir untuk bersepakat saling bertukar informasi. Selain itu, kesepakatan ini juga melahirkan sejumlah perjanjian yang diharapkan bisa membangun keakraban perusahaan media kedua negara. (2ku)

Back to top button