Jemaah Haji Kaltara Hadapi Cuaca Ekstrem
TARAKAN – Sebanyak 358 jemaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Balikpapan menjalani ibadah di Madinah, Arab Saudi, di tengah suhu panas mencapai 42 derajat celcius serta kendala teknis pada aplikasi Nusuk.
Ketua Kloter 7 Balikpapan, Sayid Abdullah mengatakan, rombongan terdiri dari 358 jemaah asal Kaltara dan dua jemaah asal Kaltim berstatus tanazul.
“Setelah dilakukan pemeriksaan ulang, termasuk evaluasi kondisi kesehatan dan administrasi, akhirnya dinyatakan layak dan bisa diberangkatkan bersama Kloter 7,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Menurut Sayid, suhu siang hari di Madinah mencapai 40 hingga 42 derajat celsius, sedangkan malam hari berkisar 31 sampai 33 derajat celsius.
Jemaah pun menyesuaikan aktivitas ibadah agar terhindar dari paparan panas berlebih. Keuntungan lain, hotel jemaah berada sangat dekat dengan Masjid Nabawi.
“Hotel kami sangat dekat, hanya sekitar dua menit menuju Masjid Nabawi, jadi ini sangat membantu jemaah dalam beribadah,” ujarnya.
Selain cuaca, kendala juga muncul pada aplikasi Nusuk untuk akses masuk Raudhah. “Ada kendala di aplikasi Nusuk, kadang tidak stabil saat digunakan untuk masuk Raudhah, jadi harus dicoba beberapa kali,” ungkapnya.
Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui layanan pembaruan di counter Nusuk sekitar Masjid Nabawi. Jemaah juga telah dibekali kartu Nusuk sejak dari Balikpapan. “Jadi ada alternatif akses jika terjadi kendala,” tambahnya.
Selama di Madinah, jemaah tetap menjalankan salat berjamaah, sunnah arba’in, serta ziarah ke sejumlah lokasi bersejarah. Kloter 7 dijadwalkan berangkat ke Makkah pada 14 Mei 2026 untuk melaksanakan umrah wajib.
“Kami selalu mengingatkan jemaah untuk menyesuaikan aktivitas, terutama di siang hari, menjaga kondisi tubuh, dan tidak memaksakan diri,” pungkasnya. (rz)