TARAKAN – Jamaah haji asal Kalimantan Utara (Kaltara) kini memasuki fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji 2026/1447 Hijriah. Menjelang pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), seluruh jamaah mulai mempersiapkan kondisi fisik dan mental guna menghadapi puncak ibadah haji di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi yang diperkirakan mencapai 45 derajat Celsius.
Ketua Kloter 7 Balikpapan, Sayid Abdullah mengatakan, saat ini jamaah fokus pada penguatan stamina dan kesiapan mental karena Armuzna menjadi tahapan paling berat selama pelaksanaan ibadah haji.
“Tahapan terbaru jamaah haji adalah persiapan pelaksanaan Armuzna sebagai puncak haji. Saat ini jamaah sedang mempersiapkan kondisi fisik dan mental untuk menghadapi rangkaian ibadah tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihak syarikah atau maktab yang menangani jamaah juga telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh ketua kloter untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Armuzna berjalan maksimal.
Tahun ini, jamaah haji Indonesia hanya ditangani oleh dua syarikah, berbeda dengan tahun sebelumnya yang melibatkan delapan perusahaan layanan haji di Arab Saudi. Khusus jamaah Kaltara berada di bawah penanganan Syarikah Al Bait Guest.
“Untuk jamaah Kaltara ditangani oleh Syarikah Al Bait Guest. Ini berbeda dari tahun lalu, karena tahun ini hanya dua syarikah yang mengurus seluruh jamaah Indonesia,” jelasnya.
Selama berada di Arafah dan Mina, jamaah Kaltara akan menempati Markaz 80. Di Arafah, setiap kloter menempati satu tenda, sementara di Mina satu kloter dibagi ke dalam tiga tenda.
Pelaksanaan Armuzna dijadwalkan dimulai pada 25 Mei 2026. Jamaah akan diberangkatkan secara bertahap menuju Padang Arafah sesuai jadwal yang telah ditentukan pihak syarikah.
“Jamaah akan mulai didorong ke Arafah secara bergantian dengan kloter lain, dengan estimasi waktu antara pukul 10.30 hingga 16.00 waktu setempat,” katanya.
Sebelum berangkat ke Arafah, jamaah diwajibkan mandi ihram, mengenakan pakaian ihram, dan berniat haji dari hotel masing-masing.
Untuk mematangkan persiapan, pihak kloter juga menggelar manasik pemantapan di Mushollah Hotel 802 Moro Global, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut mencakup pendataan jamaah yang mengikuti skema murur, pilihan nafar awal atau akhir, hingga pembagian gelang Armuzna dan kartu tenda.
Selain rangkaian ibadah yang padat, cuaca panas menjadi tantangan tersendiri bagi jamaah. Sayid Abdullah meminta doa masyarakat di Tanah Air agar seluruh proses puncak haji berjalan lancar.
“Kami mohon doa dari Tanah Air agar pelaksanaan puncak haji berjalan lancar dan jamaah tetap sehat. Puncak haji membutuhkan fisik yang kuat di tengah cuaca yang sangat panas,” tuturnya.
Tak hanya itu, jamaah Kaltara yang menempati tenda 106/6 di Mina juga diperkirakan harus berjalan kaki sekitar 4 kilometer menuju lokasi lempar jumrah.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, jamaah haji Kaltara diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian Armuzna dengan lancar, aman, dan meraih haji yang mabrur. (rz)

